MEMBEBASKAN MASYARAKAT PAPUA DARI KETERISOLASIAN

alam papua

Kondisi geografis Pulau Papua sebagian besar berupa hutan dan pegunungan. Tidak seperti di Pulau Jawa, masyarakat antar desa di Papua masih terisolasi satu sama lain. Hal tersebut menyebabkan masyarakat tersebut sulit memperoleh kebutuhan sehari-hari. Untuk itu, Pemerintah Pusat melalui UP4B (Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat) mengaplikasikan program untuk melepas masyarakat Papua dari keterisolasian dengan membangun lapangan terbang.

Kepala UP4B, Bambang Darmono beserta tim kembali melakukan kunjungan ke kawasan yang dihuni Suku Korowai Batu, Kamis (20/11/2014). Kehadiran beliau, untuk memastikan apakah pembangunan lapangan terbang (lapter) yang sudah dikerjakan sejak awal tahun 2014 berjalan sesuai rencana atau belum. Lapter sepanjang 800 meter dengan lebar 23 meter akan bisa didarati pesawat terbang jenis perintis. Tempat bermukimnya suku yang masih hidup terbelakang itu, dalam beberapa bulan sudah bisa terbuka dari keterisolasian dengan daerah lain. Keberadaan lapter juga akan memberikan harapan baru bagi perubahan masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan.

Proses terwujudnya pembangunan lapter merupakan tekad  masyarakat adat yang mendambakan terjadinya perubahan. Masyarakat telah mengawali pembukaan lahan dan pembuatan lapter sepanjang 600 meter yang dikerjakan dengan peralatan sederhana dan dilakukan secara gotong royong. Pelopor pembangunan lapter adalah para penginjil. Peran penginjil begitu besar bagi pembinaan rohani masyarakat sekitar untuk meningkatkan kepedulian terhadap sesama dan nasional pada umumnya.

“Bersyukur, akhir lapter, gereja dan rumah adat sudah terbangun, kini tinggal memikirkan pelayanan kesehatan dan pendidikan”, kata Bambang Darmono. “Pembangunan lapter ini murni keinginan masyarakat, UP4B hanya mendorong ke Kementerian Perhubungan,” tambahnya.

Namun perlu diketahui bersama bahwa pembangunan infrastruktur di Papua terkendala oleh beberapa hal seperti kondisi geografis yang sulit dijangkau serta adanya gangguan dari kelompok tertentu, seperti kelompok separatis yang melakukan penyerangan terhadap pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi pembangunan infrastruktur. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat mawas diri dan siaga dimanapun mereka berada.

Manfaat yang diperoleh oleh masyarakat sekitar akibat adanya pembangunan infrastruktur sangat dapat dirasakan, seperti dengan pembangunan lapangan terbang tersebut, diharapkan dapat membawa perubahan bagi masyarakat setempat terutama peningkatan taraf hidup masyarakat.(NN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s