Marthen Indey, Pahlawan Nasional Indonesia Asal Papua

1_Marthen_IndeyTanggal 10 November setiap tahunnya memiliki sejarah yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Tanggal tersebut merupakan momentum peringatan tahunan bagi bangsa Indonesia untuk memperingati Hari Pahlawan. Penetapan 10 November sebagai hari pahlawan merupakan bentuk penghargaan yang tinggi atas jasa-jasa para pahlawan untuk merebut kemerdekaan bagi bangsa ini. Pada kesempatan kali ini, penulis bermaksud mengajak kita semua untuk mengenang kembali sekilas mengenai jasa salah seorang Pahlawan Nasional yang berasal dari Papua, yaitu Marthen Indey.

Mungkin nama Marthen Indey bagi kebanyakan masyarakat Indonesia tidak terlalu populer. Marthen Indey dilahirkan di Doromena, Jayapura pada tanggal 16 Maret 1912. Marthen menyelesaikan pendidikan polisi di Sukabumi. Selanjutnya, Marthen bekerja sebagai polisi yang bertugas mengawasi para tahanan politik di Boven Digul. Di sini, ia berkenalan dengan para tahanan, termasuk Sugoro Atmoprasojo. Para tahanan tersebut menceritakan perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia yang juga mencakup wilayah Papua dari tangan Belanda. Rasa nasionalisme Marthen pun mulai tumbuh. Serangan pasukan Jepang membuatBelanda lari ke Australia. Marthen yang masih bertugas sebagai polisi Belanda ikut dibawa.

Pada tahun 1944, sekembalinya dari pengungsian di Australia selama tiga tahun, Marthen Indey ditunjuk sekutu untuk melatih anggota Batalyon Papua yang nantinya akan digunakan melawan Jepang. Setahun berikutnya, ia diangkat sebagai Kepala Distrik Arso Yamal dan Waris selama dua tahun. Marthen tetap melakukan kontak dengan para pejuang Indonesia yang pernah ditahan di Digul.

Pada tahun 1946, Marthen Indey bergabung dengan Komite Indonesia Merdeka (KIM) yang kemudian dikenal dengan sebutan Partai Indonesia Merdeka (PIM). Saat menjabat sebagai ketua, Marthen dan beberapa kepala suku di Papua menyampaikan protes terhadap Belanda yang berencana memisahkan wilayah Irian Barat dari wilayah kesatuan Indonesia. Akibatnya, Marthen di penjara selama tiga tahun di Digul.

Marthen Indey tak putus asa berjuang. Pada tahun 1962, Marthen ikut bergerilya membantu anggota RPKAD yang didaratkan di Papua selama masa Tri Komando Rakyat (Trikora). Di tahun yang sama, Marthen menyampaikan Piagam Kota Baru yang berisi mengenai keinginan kuat penduduk Papua untuk tetap setia pada Indonesia. Marthen lalu dikirim ke New York untuk ikut melakukan perundingan tentang pengembalian Irian Barat yang selama ini berada di bawah pemerintahan sementara PBB ke dalam wilayah kesatuan Indonesia.

Melalui perundingan tersebut, Irian Barat resmi bergabung dengan wilayah kesatuan Indonesia dan berganti nama menjadi Irian Jaya. Marthen lantas menjadi anggota MPRS (Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara) sejak tahun 1963 hingga 1968. Tak hanya itu, ia juga diangkat sebagal kontrolir diperbantukan pada Residen Jayapura dan berpangkat mayor tituler selama dua puluh tahun. Beliau meninggal pada usia 74 tahun.

Atas jasa-jasanya tersebut, pada tanggal 14 September 1993 Marthen Indey dianugerahkan gelar Pahlawan Nasional melalui Keppres Nomor 077/TK/1993. Selain itu, sebagai salah satu bentuk penghargaan lainnya atas jasa kepahlawanan Marthen Indey adalah diabadikannya nama beliau sebagai nama Rumah Sakit milik TNI AD di Jayapura, yaitu R.S. Marthen Indey.

Sumber : http://www.pahlawanindonesia.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s