Jelang 1 Desember : Masyarakat Papua Tidak Terprovokasi

3_Jelang_1_DesemberTanggal 1 Desember yang diklaim sebagai hari kemerdekaan oleh segelintir kecil kelompok masyarakat di Papua tidak perlu disikapi secara berlebihan oleh pemerintah, khususnya aparat keamanan. Hal itu dikarenakan klaim tersebut sama sekali tidak merepresentasi seluruh elemen masyarakat yang ada di Papua. Suka ataupun tidak suka bagi mereka, kenyataan yang harus diakui adalah Papua merupakan bagian yang tidak akan pernah terpisahkan dari NKRI.

Terdapat indikasi bahwa seruan-seruan kemerdekaan Papua yang terus-menerus oleh kelompok kecil masyarakat Papua memiliki latar belakang ekonomi. Kelompok-kelompok tersebut cenderung telah menjadikan berbagai momentum untuk menyuarakan kemerdekaan sebagai suatu profesi yang dapat menghidupi mereka. Suara perjuangan kemerdekaan yang dikobarkan sama sekali tidak mencerminkan perjuangan untuk memerdekakan kaumnya. Mereka hanyalah sekelompok kecil orang-orang yang dengan tega menjual nama masyarakat Papua lainnya demi memenuhi ‘isi perut dan isi dompet’ mereka sendiri.

Dalam rangka menyikapi berbagai kegiatan yang akan berlangsung pada 1 Desember 2015 oleh kelompok orang-orang ‘lapar’ tersebut, dapat dipastikan masyarakat Papua pada umumnya tidak akan mengambil bagian. Masyarakat Papua lainnya justru akan disibukkan dengan pekerjaan lain yang lebih terhormat dibandingkan bersuara keras di jalanan hanya untuk mendapatkan nasi bungkus gratis. Mereka cenderung tidak menyadari bahwa mereka hanya dimanfaatkan oleh berbagai kepentingan elite dan pihak asing yang terus melakukan provokasi terhadap mereka dalam upaya untuk memelihara konflik di Papua. Dengan tetap memelihara konflik di Papua, para elite dan pihak asing tersebut justru akan mendapatkan keuntungan lain yang lebih besar.

Fakta tersebut telah diperkuat dengan pernyataan dari Laurenzus Kadepa (Anggota Komisi bidang Politik, Pemerintahan, Hukum dan HAM DPR Papua). Laurenzus menyatakan bahwa sebagian besar masyarakat Papua tidak akan ikut dalam perayaan klaim kemerdekaan dimaksud. Bagi mereka yang memperingati, rangkaian kegiatan 1 Desember yang akan berlangsung tidak boleh dijadikan sebagai momentum untuk mengacaukan Papua dan tidak dibenarkan untuk menciptakan ketegangan yang akan mengganggu pihak lain apalagi hingga bertindak anarkis. Selain itu, kelompok-kelompok kecil yang ingin merayakan klaim atas kemerdekaan Papua harus memperhatikan aturan-aturan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hukum. Laurenzus juga menghimbau kepada seluruh aparat penegak hukum agar dapat bekerja secara tegas dan profesional atas berbagai kemungkinan yang akan terjadi dalam kegiatan dimaksud.

Sementara itu, Tubagus Hasanuddin (Anggota Komisi I DPR RI) mengungkapkan agar aparat keamanan tidak perlu menanggapi berlebihan hari jadi Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang jatuh 1 Desember tersebut. Dengan tidak ditanggapi secara berlebihan, maka keberadaan kelompok OPM tersebut tidak akan mendapatkan legitimasi baik dari pemerintah maupun dari masyarakat Papua. Selain itu, TB Hasanuddin juga menyatakan bahwa , selama ini pemerintah telah bekerja dengan sangat maksimal dalam menangani berbagai persoalan yang terjadi di Papua.

Melihat kondisi tersebut, maka dapat dipastikan bahwa masyarakat Papua akan melakukan aktivtas dan rutinitas seperti biasanya pada tanggal 1 Desember mendatang. Sebagian besar masyarakat Papua tersebut tidak akan terpengaruh akan provokasi-provokasi klaim kemerdekaan. Selain itu, diharapkan aparat keamanan yang bertugas untuk mengawasi dan mengawal kegiatan kaum ‘lapar’ tersebut nantinya tidak perlu ikut terprovokasi. Laksanakan tugas sesuai dengan Protap yang telah ditetapkan dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia. Lebih dari itu, tegakkan supremasi hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku jika terdapat pelanggaran dalam aksi-aksi yang akan berlangsung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s