Lambert Pekikir ‘bermain’ Dua Kaki

PekikirSalah satu tokoh kelompok bersenjata wilayah Keerom Provinsi Papua yang selama ini seringkali melakukan aksi teror terhadap warga Papua dan aparat keamanan di Papua, dalam dua hari terakhir muncul menghiasi media oline. Penembakan terhadap warga Keerom awal buan September lalu memiliki indikasi adanya keterlibatan Lambert Pekikir di dalamnya. Kemunculan Lambert di media online tersebut tersebut merupakan hasil wawancara khusus wartawan salah satu perwakilan media asing yang ada di Indonesia (CNN).

Berbeda dengan pola perjuangan kelompok-kelompok separatis bersenjata di Papua lainnya, Lambert Pekikir dikenal seringkali berpendapat agar penyelesaian berbagai konflik di Papua dilakukan melalui dialog. Dialog yang dimaksud Lambert tersebut adalah dialog antara pemerintah pusat dengan kelompok-kelompok separatis di Papua tanpa melibatkan pihak lain termasuk masyarakat Papua. Tentu saja hal itu menjadi kontroversi mengingat bahwa kelompok separatis di Papua (khususnya Lambert) bukan merupakan representasi masyarakat Papua.

Kembali kepada pembahasan terkait wawancara CNN dengan Lambert. Berdasarkan hasil wawancara yang dirilis CNN, Lambert menyatakan bahwa pemerintah pusat harus menjnjung tinggi transparansi dan mengakui jika memang telah melakukan kesalahan dengan mengintimidasi masyarakat Papua. Selain itu, Lambert juga menyatakan bahwa pemerintah pusat juga harus menyelesaikan berbagai permasalahan dugaan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang dilakukan oleh knum aparat pemerintah terhadap masyarakat Papua.

Terkait pernyataan Lambert tersebut, pandangan subjektif penulis berpendapat bahwa intimidasi Pemerintah Indonesia terhadap masyarakat Papua terkait tuduhan Lambert tersebut sangat tidak mendasar dan tidak beralasan. Berbagai realisasi pembangunan dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua adalah barometer utama tingkat kepedulian Pemerintah Indonesia terhadapa Papua. Selain itu, berdasarkan hasil serapan anggaran Provinsi Papua saat ini (akhir September 2015) yang mencapai 53% menggambarkan bahwa perekonomian di Papua termasuk dalam kategori baik. Program-program beasiswa yang diberikan Pemerintah Indonesia bagi anak-anak Papua juga segarusnya dijadikan sebagai tolok ukur keinginan Pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Papua dan kualitas sumber daya manusia Papua. Fakta tersebut justru akan dengan jelas membantah pernyataan Lambert bahwa Pemerintah Indonesia melakukan intimidasi.

Sementara itu, terkait dengan tuduhan pelanggaran HAM di Papua seperti yang disampaikan oleh Lambert, penulis berpendapat bahwa tuduhan tersebut cenderung prematur. Jika pelanggaran HAM yang dimaksud oleh Lambert adalah berbagai aksi penembakan yang dilakukan oleh aparat kemanan dalam rangka menanggulangi aksi anarkis massa dalam berbagai kegiatan demonstrasi, penulis berpendapat bahwa penembakan dan tindakan represif aparat keamanan tersebut telah sesuai dengan Prosedur Tetap (Protap) institusi keamanan. Tuduhan Lambert tersebut akan menjadi boomerang bagi Lambert sendiri dan kelompok separatis lainnya apabila dilakukan pembuktian secara terbalik. Berbagai aksi penembakan, penusukan, dan penganiayaan yang dilakukan oleh kelompok separatis baik terhadap masyarakat Papua maupun aparat keamanan di Papua juga merupakan bentuk pelanggaran HAM. Akankah Lambert bertanggungjawab atas kondisi tersebut.??

Dalam wawancara khusus dengan CNN, Lambert juga menyatakan bahwa pernah melakukan pertemuan dengan beberapa pejabat negara Indonesia di Jakarta pada Desember 2014 lalu. Sekedar untuk diketahui oleh publik dan masyarakat Papua khususnya, dalam pertemuan tersebut Lambert menyampaikan keinginannya untuk memiliki sebidang lahan di wilayah perbatasan antara RI dengan PNG dan keinginannya untuk membeli bibit kelapa sawit yang kemudian akan ditanam pada lahan tersebut. Keinginan Lambert tersebut kemudian dikabulkan dengan memberikan sejumlah uang kepada Lambert untuk membeli sebidang lahan dan membeli bibit kelapa sawit. Sebagai balasan, Lambert berjanji untuk tidak akan kembali melakukan aksi teror di Papua dan akan mengajak kelompok separatis bersenjata lainnya di Papua untuk ‘meletakkan senjata’.

Berbagai fakta dan penjelasan di atas tentu saja memberikan pencerahan dalam melihat kenyataan yang selama ini tidak disampaikan kepada publik terkait dengan eksistensi Lambert Pekikir. Kondisi tersebut sekaligus membuka fakta bahwa ternyata selama ini Lambert Pekikir bermain ‘politik dua kaki’. Tujuannya adalah untuk mendapatkan keuntungan pribadi dengan mengatasnamakan seluruh masyarakat Papua. Teriakan perjuangan yang selama ini selalu didengungkan Lambert Pekikir di hadapan seluruh masyarakat Papua hanyalah semu belaka dalam rangka memenuhi isi perut sendiri. Masyarakat Papua diharapkan agar tidak terpicu atas berbagai pernyataan pengkhianat Papua seperti Lambert Pekikir tersebut. Papua tipu Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s