Wujud Demokrasi, Papua Memilih

Ilustrasi Pemilukada Papua

Ilustrasi: Salah satu warga Papua yang berkontribusi dalam Pemilihan Umum


Demokrasi, satu kata ini memilih makna yang luar biasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tak terkecuali untuk Indonesia. Kata yang berasal dari bahasa latin yakni demos dan kratos menjelaskan bahwa dalam demokrasi, kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Rakyat di dalam suatu negara demokrasi mempunyai andil besar untuk memutuskan kemana arah dan tujuan negara akan dibawa. Dalam demokrasi ini juga, rakyat diidentikkan dengan kebebasan, bebas untuk bersuara, menyampaikan pendapat, dan memilih. Kebebasan tersebut tidak diberikan dengan kondisi selama masih dalam aturan dan tidak merugikan atau mengganggu kepentingan yang lain. Bisa dibayangkan bagaimana hebatnya suatu negara yang menerapkan prinsip demokrasi namun rakyatnya tetap bertoleransi dan dalam koridor peraturan negara. Ketika semua rakyat memiliki hak untuk menentukan tujuan negaranya.

Isu mengenai demokrasi ini sering disebut-sebut dan dijadikan justifikasi oleh kelompok tidak berjawab untuk memecah belah kesatuan sebuah negara. Seperti contoh yang terjadi di wilayah Negara Indonesia, Papua.

Ketika kelompok-kelompok separatis dengan kerasnya menyuarakan tidak ada demokrasi yang diberikan Pemerintah Indonesia di Papua, kondisinya malah sebaliknya. Pilkada serentak yang direncanakan akan diselenggarakan pada 9 Desember 2015 diikuti masyarakat Papua, baik mereka yang dari golongan politisi maupun non politisi, dengan antusiasme tinggi. (http://politik.news.viva.co.id/news/read/654883-golkar-pastikan-ikuti-pilkada-serentak-di-papua) (http://www.beritasatu.com/nasional/296520-11-kabupaten-di-papua-optimistis-gelar-pilkada-serentak.html). Hal ini dibuktikan dengan banyaknya pasangan bakal calon yang mendaftarkan dirinya ke KPUD setempat. Tidak hanya itu, dari jumlah 11 kabupaten di Papua dan 9 kabupaten di Papua Barat, hanya ada satu wilayah yakni Kab. Fak Fak yang memiliki calon tunggal karena dua pasangan calon lainnya tidak lolos uji verifikasi KPUD.

Wujud antusiasme akan Pilkada serentak di Papua selain ditunjukkan dengan banyaknya pasangan calon, juga dapat dilihat dari amannya tahapan Pilkada oleh KPUD setempat. sampai saat ini, meskipun KPUD telah menyatakan gugurnya beberapa pasangan calon, namun keputusan tersebut dapat dihargai dan diterima oleh pihak tersebut.

Fakta-fakta di atas menunjukkan bahwa isu demokrasi yang digunakan oleh kelompok separatis sebagai alasan pembenaran atas tindakannya, adalah salah. Papua sebagai bagian dari Negara Indonesia mendapat perlakuan yang sama dengan Provinsi-Provinsi lain di Indonesia. Pilkada serentak ini merupakan salah satu wujud demokrasi di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali Papua. Respon yang positif pun juga diberikan mayoritas masyarakat di Papua.

Inilah salah satu wujud demokrasi yang ada di Papua. Papua tidak lain adalah Bangsa Indonesia. Meskipun dengan segala perbedaan yang ada, Bhinneka Tunggal Ika yang dimiliki Bangsa Indonesia dapat menyatukan segala perbedaan dari Sabang sampai Merauke.

Papua Bangsa Indonesia!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s