Saatnya Membangun Kembali Tolikara

3_MembangunMasyarakat Indonesia khususnya masyarakat muslim di Kabupaten Tolikara merasakan duka mendalam atas aksi yang tidak bertanggong jawab sekelompok masyarakat yang melakukan tindakan anarkis dan melakukan pembubaran pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1436 H yang berlangsung di Markas Koramil 1702/JWY Distrik Karubaga Kabupaten Tolikara Provinsi Papua. Selain kerugian secara moril, insiden tersebut juga telah mengakibatkan kerugian secara materiil dengan terbakarnya beberapa kios-kios dagangan milik masyarakat setempat.

Upaya mediasi para tokoh agama dan berbagai elemen membuahkan hasil yang sangat melegakan paska perdamaian antara Umat Muslim dan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) pada tanggal 22 Juli 2015 lalu. Ketua Pengurus GIDI wilayah Tolikara mewakili seluruh umat dan gereja-gereja GIDI di Indonesia mengucapkan permohonan maaf atas terjadinya pembubaran pelaksanaan Shalat Ied dan tindakan anarkis yang berakibat pada terbakarnya Masjid Baitul Muttaqin di Tolikara. Pada kesempatan yang sama, pihak umat Islam menyampaikan aspirasinya kepada GIDI untuk dapat menjalankan ibadah dengan tenang sebagaimana kebebasan beragama yang dianut negeri ini.

Dalam kesepakatan perdamaian tersebut terdapat 3 (tiga) kesepakatan yang, yaitu penyelesaian permasalahan insiden yang terjadi pada 17 Juli 2015 lalu secara adat, memberikan kebebasan kepada seluruh umat Islam Tolikara untuk menjalankan ibadah termasuk proses pembangunan kembali Masjid yang telah terbakar, dan menjaga kondisi kehidupan beragama dengan harmonis, penuh persaudaraan dan toleransi.

Berbagai kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia layak mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya. Presiden Joko Widodo memberikan 3 (tiga) instruksi kepada seluruh jajarannya terkait dengan permasalahan yang terjadi di Tolikara. Pertama, Presiden menegaskan perlunya penegakan hukum terhadap insiden yang telah terjadi. Kedua, Presiden memerintahkan untuk segera melakukan pembangunan kembali terhadap berbagai fasilitas yang rusak termasuk Masjid. Ketiga, melakukan dialog dengan tokoh agama, adat dan tokoh masyarakat Papua, untuk secara bersama-sama meredam dan menenangkan situasi baik di Tolikara dan juga situasi nasional.

Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 100 orang prajurit TNI untuk membangun kembali masjid dan puluhan kios yang hancur akibat dibakar massa saat Idul Fitri di distrik Karubaga Kabupaten Tolikara Provinsi Papua. Pengerahan personil TNI tersebut untuk membangun Masjid dan membangun sejumlah 75 kios baru sebagai pengganti kios yang telah dibakar oleh massa. Selain itu, jajaran Kepolisian dituntut untuk segera menyelesaikan penegakan hukum terkait dengan insiden yang terjadi.

Kesepakatan perdamaian telah diperoleh dan kini saatnya untuk membangun kembali Tolikara seperti sedia kala. Semoga insiden yang terjadi tersebut dapat dijadikan sebagai tonggak awal untuk menumbuhkan kembali semangat toleransi baik kehidupan beragama dan kehidupan sosial menuju Papua yang aman dan damai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s