Ketika ‘suara’ Aktivis HAM Papua Menghilang

1_SuaraInsiden pembubaran pelaksanaan Shalat Idul Fitri (Shalat Ied) dan aksi pembakaran kios-kios yang menjalar ke masjid oleh kelompok masyarakat tertentu yang terjadi di Distrik Karubaga Provinsi Papua pada tanggal 17 Juli 2015 lalu telah menjadi suatu tragedi yang cukup menyita atensi masyarakat tanah air dan masyarakat internasional. Pada hari yang sama masyarakat muslim di wilayah lain sedang bersuka cita menyambut hari raya dan hari kemenangan, namun umat muslim di Tolikara pada hari tersebut harus berusaha menyelamatkan diri dari tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum kelompok masyarakat yang tidak bertanggung jawab.

Banyak pihak yang menyayangkan terjadinya insiden tersebut mengingat Papua dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat toleransi beragama yang cukup tinggi. Henriette Hutabarat-Lebang (Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) menyatakan bahwa Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mengecam keras terjadinya pembubaran Shalat Ied dan pembakaran rumah ibadah yang dalam hal ini Masjid. Peristiwa tersebut pada dasarnya sangat memprihatinkan karena tidak mencerminkan semangat kerukunan yang terus ditumbuhkan bersama di Tanah Air. Selain itu, tindak kekerasan dalam bentuk dan alasan apa pun tidak dibenarkan perbuatannya karena melukai citra bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman, apalagi ketika umat lain sedang melaksanakan ibadah.

Pada kesempatan berbeda, Hendardi (Ketua Badan Pengurus Setara Institute) menilai bahwa peristiwa pembubaran saat menjalankan ibadah Sholat Idul Fitri di Tolikara mesti dikategorikan sebagai pelanggaran hak dalam menjalankan ibadah yang adalah bagian prinsip dari kebebasan beragama dan berkeyakinan. Isu kebebasan beragama dan berkeyakinan belakangan merupakan isu yang sangat peka di Papua dan dikhawatirkan dapat menyulut hal lebih buruk di kemudian hari.

Sementara itu, Hidayat Nur Wahid (Wakil Ketua MPR) menyesalkan insiden yang terjadi di Tolikara dan menilai bahwa insiden tersebut telah menodai sekaligus mengoyak toleransi beragama di Indonesia. Insiden pembubaran sholat Idul Fitri di Tolikara belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan satu-satunya insiden pembubaran Shalat Ied di dunia. Kondisi ini sangat disayangkan mengingat Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi beragama.

Melihat kondisi yang terjadi di Tolikara dan berbagai tanggapan yang disampaikan oleh beberapa pihak, maka sangat dimungkinkan bahwa mayoritas masyarakat tanah air memandang insiden pembubaran sholat Ied yang terjadi di Tolikara merupakan salah satu bentuk pelanggaran HAM. Kondisi tersebut mengingat bahwa konstitusi Indonesia yang tercantum dalam Pasal 22 E dan Pasal 29 UUD 1945 serta Undang-Undang No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia dengan tegas menjamin kebebasan bagi seluruh masyarakat untuk menjalakan ibadah menurut keyakinannya masing-masing.

Ketika pelanggaran HAM telah dengan jelas terjadi pada saat pembubaran pelaksanaan Shalat Ied di Tolikara telah memunculkan pertanyaan baru bagi pihak-pihak pemerhati berbagai permasalahan Papua terkait ketidakhadiran organsisasi dan aktivis HAM di Papua yang selama ini dengan lantang dan keras menyuarakan berbagai tindakan pelanggaran HAM di Papua.

Organisasi seperti Lembaga Study dan Advokasi Hak Asasi Manusia (ELSHAM) Papua, Solidaritas Korban Pelanggaran (SKP) HAM Papua, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Papua, serta aktivis-aktivis pegiat HAM di Papua lainnya cenderung ‘tidak bersuara’ untuk menyikapi insiden pembubaran pelaksanaan Shalat Ied di Tolikara. Dimanakah mereka..??? Apakah mereka tidak mendengar insiden Tolikara..??? Atau apakah ‘suara’ mereka hanya untuk mengakomodasi kepentingan-kepentingan pragmatis kelompok-kelompok tertentu di Papua..??? Dan apakah mereka hanya akan ‘bersuara’ ketika pihak asing menginginkan mereka ‘bersuara’..???

SIAPA YANG BERSEDIA MENJAWAB..???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s