Papua : NGO Asing Kembali Manfaatkan Isu Papua

8_NGOPertemuan demi pertemuan terus dilakukan oleh NGO PNG Union for Free West Papua (PNGUFWP) dengan Gerakan Separatis Papua (GSP) dan aktivis pegiat HAM untuk membahas isu Papua di Port Moresby pada awal juli 2015 yang lalu. dimana pertemuan tersebut bertujuan untuk mengkritisi bagaimana status Papua kedepanya, bagaimana Papua mendapatkan status kemerdekaanya.

Pertemuan itu mengindikasikan bahwa organisasi ini ingin menarik simpati masyarakat Papua terhadap pelanggaran HAM yang dilakukan oleh pihak TNI-POLRI di Papua, padahal pada kenyataanya kegiatan rapat tersebut hanya semata – mata mencari peluang untuk dapat melakukan dan melancarkan aksi dalam perjuangan Papua menuju merdeka. Karena pertemuan tersebut juga membahas upaya kampanye bagi pembebasan Filep Karma (Tapol Papua)yang di penjara di rutan Abepura, pertemuan tersebut juga mendorong permohonan kepada PM PNG Peter O’niell untuk segera melayangkan surat kepada Presdiden Joko Widodo agar segera membebaskan Filep Karma dari Indonesia. Namun nyatanya, Filep Karma sendiri secara tegas menolak untuk dibebaskan secara bersyarat, dirinya ingin dibebaskan tanpa adanya sarat apapun, jadi dengan hal tersebut semakin mempertegas bahwa pertemuan – pertemuan yang dilakukan oleh NGO PNGUFWP dengan Gerakan separatis Papua terkesan fiktif belaka, adanya kepentingan lain yang ingin dicapai oleh organisasi tersebut.

Selain itu, mereka juga membahas tentang janji Presiden RI Joko Widodo untuk segera memberikan akses terhadap jurnalis asing untuk masuk ke Papua. selanjutnya, reaksi berlanjut di kantor PNG Council of Churches, Port Moresby berlangsung diskusi membahas isu pelanggaran HAM oleh pihak gereja – gereja di PNG. Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan gereja-gereja di Papua dengan tujuan bukti-bukti kasus pelanggaran HAM di Papua, dimana hasil tersebut kemudian akan disampaikan kepada Melanesian Council of Churches (MCC) dan World Council of Churcher (WCC). Kegiatan tersebut ternyata sudah menyimpang dari apa yang seharusnya di fokuskan yaitu terkait pembebasan Filep Karma, alasan kegiatan tersebut sudah merupakan masalah besar karna rakyat Papua telah diarahkan terhadap pernyataan yang tidak benar. PNG Council telah memanfaatkan perwakilan perwakilan gereja untuk menghimpun fakta-fakta isu pelanggaran HAM di Papua, padahal tidak pernah sama sekali perhimpunan gereja- gereja melakukan hal yang demikian. Umat gereja di Papua telah dibohongi dan dimanfaatkan oleh PNG Council!

“Hati – hati.. banyak pihak yang ingin memecah belah masyarakat Papua di Papua” pesan dari seorang pemuda Kabupaten Nabire, Natalius Pigome.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s