Laskar Islam Jaga Ketentraman, Pasca Insiden Tolikara

4_LaskarIslamPasca insiden Tolikara, sebagian kalangan umat muslim di luar Papua terbawa arus opini yang diciptakan oleh kelompok kepentingan guna memunculkan intoleransi di Papua, namun dengan semangat kebersamaan dan saling menghormati antar umat beragama upaya provokasi tersebut tidak berhasil mengajak masyarakat muslim melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain atau balas dendam.

Upaya tersebut salah satunya tercermin di wilayah Polsek Kebun Jeruk, Jakbar yang telah melakukan langkah persuasif mencegah imbas insiden Tolikara di Papua. Ormas dan laskar Islam digandeng bersama-sama menjaga ketentraman masyarakat.

“Kami laksanakan kunjungan harian kepada tokoh-tokoh agama di lingkungan Polsek Kebon Jeruk. Alhamdulillah semua sepakat untuk menjaga kedamaian bersama-sama,” ujar Kapolsek Kebon Jeruk AKP Eka Baasith, di Jakarta pasca kejadian di Tolikara.

Peristiwa Tolikara yang mengoyak kedamaian suasana Idul Fitri itu sangat sensitif karena terkait kerukunan umat beragama. Polri mengantisipasi kejadian itu merembet ke ibu kota dengan patroli harian hingga di tingkat kecamatan (polsek).

Eka mengajak komandan laskar-laskar pemuda Islam bersilaturahmi dengan Kapolres Jakarta Barat Kombes Rudy Heriyanto. Dari LPI yang dipimpin oleh Asep Syahrudin.

“Mereka sepakat bahwa insiden Tolikara diselesaikan menggunakan pendekatan hukum dan akan menjaga situasi kondusif di wilayahnya,” kata alumni S2 Kajian Stratejik Intelijen UI tersebut.

Selain itu, Eka dan anggotanya juga berpatroli bersama anggota ormas Islam dan Citra Bhayangkara di wilayahnya. “Kita optimistis dengan keterlibatan warga, insiden Tolikara tidak akan merembet ke Jakarta, terutama di wilayah Polsek Kebon Jeruk,” ujar Eka yang alumni Akpol 2004.

Mantan Kapolsek di Poso itu menjelaskan, sesuai instruksi Kapolri, Kapolda Metro Jaya, dan arahan Kapolres Jakarta Barat, polisi di level kecamatan harus mampu menjadi garda terdepan menjaga kedamaian warga.

“Kita juga perkuat deteksi dini dengan mengajak warga untuk pro aktif melaporkan suasana keamanan di sekitarnya,” ujar Eka.

Sementara, berbagai informasi terkait adanya intimidasi mahasiswa asal Papua di Jakarta dan di wilayah lain di luar Papua, Kapolri Bahrudin Haiti, mengatakan bahwa Kepolisian RI menjamin keamanan dan kenyamanan seluruh masyarakat Indonesia dalam menuntut ilmu, tidak terkecuali mahasiswa Papua yang belajar di luar Papua. “Insiden Tolikara sudah selesai, sudah damai.. jadi tidak perlu khawatir para mahasiswa asal Papua dalam menjalankan aktivitasnya di luar Papua, Polisi jamin itu” ucap Kapolri beberapa waktu lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s