KEPALA BIN : Ajak Tokoh Agama Menjaga Keutuhan dan Persatuan Indonesia

5_KA_BINKabupaten Tolikara Provinsi Papua kondisinya sudah kembali membaik setelah terjadi insiden saat dilaksanakan Sholat Ied. Kepala BIN, Sutiyoso mengungkapkan, perlu ada kesepahaman pemikiran antara tokoh agama dan pemuda tentang insiden di Tolikara. Hal ini untuk menjaga keutuhan serta persatuan Indonesia dari berbagai ancaman yang ada.

Hal tersebut disampaikan Bang Yos, saat dilakukan pertemuan dengan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dan Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti, membahas penanganan kerusuhan di Kecamatan Karubaga, Kabupaten Tolikara, Papua, beberapa waktu setelah terjadi insiden Tolikara.

Selain Kapolri dan Panglima TNI, hadir dalam pertemuan itu sejumlah tokoh agama, antara lain Ketua Konferensi Waligereja Indonesia Ignatius Suharyo, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Marsudi Syuhud, tokoh Perwakilan Umat Budha Indonesia Hartati Moerdaya, dan cendekiawan muslim Azyumardi Azra. Hadir pula Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Muhammad Rifai Darus, Kepala Badan Intelijen Strategis Mayjen TNI Erwin Syafitri, dan Kepala Badan Intelijen Kepolisian Komisaris Jenderal Djoko Mukti.

Sebelumnya juga, Kepala Badan Intelijen Negara, Sutiyoso membantah kecolongan dalam kasus kekerasan di Distrik Karubaga, Tolikara, Papua. Menurut dia, pihaknya telah mengantisipasi dan melakukan penanganan secara maksimal.

Dijelaskan Sutiyoso, BIN sudah melihat adanya potensi kekerasan setelah muncul surat larangan salat Id di Distrik Karubaga yang mengatasnamakan Gereja Injili di Indonesia (GIDI) pada tanggal 11 Juli.

Dua hari setelahnya, Kapolres setempat, lanjut Sutiyoso, merespons dengan baik surat edaran tersebut. Rapat bersama diadakan dengan para ulama, bahkan Presiden GIDI juga hadir di acara itu. Di situ diputuskan semua pihak setuju salat Id tetap dilaksanakan.

Menurut Sutiyoso, Presiden GIDI Dorman Wandikmbo saat itu juga menanggapi soal adanya edaran larangan salat Id dari GIDI. Namun Presiden GIDI menolak surat edaran tersebut dan akan mencabutnya.

“Presiden GIDI akan mencabut surat edaran yang dianggap tidak melalui dia. Kan (surat edaran ditandatangani) oleh salah satu pengurus dan sekretaris (GIDI) saja,”

Sutiyoso menyebut, aparat sudah melakukan pengamanan maksimal sebelum kekerasan terjadi. Namun karena jumlah massa lebih banyak, pembakaran kios dan merembet ke Masjid itu terjadi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini pun berharap kasus ini bisa segera diusut tuntas dan meminta agar seluruh masyarakat khususnya umat muslim tenang dan tidak terpancing provokasi hingga polisi berhasil mengungkap. Selain itu juga menghimbau agar seluruh tokoh agama agar tetap menjaga toleransi umat beragama serta menjaga keutuhan dan persatuan Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s