Akhir Perjuangan ULMWP di MSG “Terhenti”, Hanya Sebatas Observer

AKHIR PERJUANGAN ULMWPIbarat buah simalakama, itulah nasib ULMWP hari ini. Berada diposisi yang sama-sama tidak menguntungkan dan tidak lebih baik dari sebelumnya. Apa daya ULMWP sudah terlanjur berjanji kepada para fans panatiknya, kadung “nasi sudah menjadi bubur” hanya tersisa harapan palsu dan angan-angan kosong bagi para fans ULMWP. Ya betul, Harapan menjadi Full Member keanggotaan MSG, kini sirna sudah.

Wajar jika Oktavianus Mote, Sekjen ULMWP saat konferensi pers di Heritage Park Conference Centre dalam wawancaranya mengutarakan ekspresi kekecewaannya yang menyatakan bahwa “MSG tidak berhasil mempertahankan kata-kata mereka, ketika mereka meningkatkan status Indonesia menjadi anggota asosiasi atau full Member MSG, sementara itu ULMWP diberikan status observer atau pengamat”.

Padahal segala cara telah dilakukan ULMWP baik melalui lobby politik, dana politik bahkan rela menawarkan apapuan demi kepentingan ULMWP tersebut. Namun pada akhirnya, KTT MSG ke-20 resmi memutuskan Indonesia sebagai Full Member dan menempatkan ULMWP hanya sebatas observer. Posisi tersebut dinilai sangat merugikan ULMWP, pasalnya status observer tersebut sebagaimana yang kitorang pahami hanya berfungsi sebagai pengamat, tidak memiliki hak untuk suara. Apalagi kitorang tahu bahwa tujuan awalnya ULMWP adalah memiliki hak suara, malah Indonesia yang justru mulus masuk menjadi full member dan memiliki hak suara.

Selain itu, dalam argumrnnya Perdana Menteri PNG dan Perdana Menteri Fiji dalam KTT MSG ke-20 menyatakan bahwa terhentinya keinginan ULMWP menjadi Full Member keanggotaan MSG disebabkan kasus ULMWP berbeda dari Kanaks. Karena ULMWP berjuang dari luar dan statusnya masih diperdebatkan sebagai civil society yang me-refresentatif etnis Melanesia di Papua bahkan Indonesia. Sehingga tidak mencerminkan kebenaran tentang situasi nyata, mengingat ras Melanesia di Indonesia tidak hanya Papua, tetapi ada juga di Papua Barat, Maluku, Maluku Utara dan NTT.

Sehingga jelas sudah, kitorang tahu betul kesimpulannya justru Indonesia yang punya hak suara. Hal tersebut, kedepannya akan menjadi tembok penghalang bagi ULMWP berjuang melalui jalur MSG, bahkan akan semakin sulit dalam mempengaruhi segala kebijakan di forum MSG. Bahkan jika dilihat jauh kedepan, keputusan KTT MSG ke-20 yang hanya menjadikan ULMWP menjadi Observer, bisa jadi adalah merupakan titik akhir perjuangan ULMWP atau West Papua di forum MSG.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s