DPR Papua : Kecam Penembakan Warga Sipil di Puncak Jaya

yunus wonda dprpLagi-lagi kasus ganguan kemanan di Tanah Papua terjadi, tepatnya penembakan terhadap warga sipil oleh Orang Tak Dikenal (OTK) di Kabupaten Puncak Jaya pada tanggal 26 Mei 2015 yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 4 orang lainnya mengalami luka-luka.

Tepat seminggu kemudian, media Bintang Papua mepublikasikan pernyataan salah satu Pimpinan Kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM), Puron Wenda yang menyatakan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penembakan yang terjadi di Distrik Mulia Kabupaten Puncak Jaya. Tidak hanya itu, Kelompoknya juga sudah melayangkan tantangan perang kepada TNI/Polri : “Saya sudah janji dengan TNI/Kepolisian Wilayah Wamena akan baku tembak”. Perang terbuka ini dilancarkan, karena Presiden Jokowi mengklaim bahwa Papua sudah aman, tapi buktinya ada pertumpahan darah.

Jelas bahwa aksi tersebut merupakan aksi yang tidak dibenarkan, apapun alasanannya. Karena telah menyebabkan hilangnya nyawa manusia dan melanggar HAM. Aksi tersebut sentak memunculkan banyaknya pernyataan pengecaman terhadap pelaku penembakan.

Ketua DPR Papua, Mengecam Pelaku Penembakan

Sebagai salah satu tokoh masyarakat Papua yang juga merupakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Yunus Wonda merasa emosinya memuncak masalahanya dibalik usahanya sebagai Ketua DPRP yang berusa menciptakan rasa aman dan damai di Tanah Papua, kemabali OPM melakukan aksi penembakan yang mengakibatkan meninggalnya warga sipil.

Dalam keterangan perssnya Yunus Wonda menyatakan (DPR) Papua mengecam aksi penembakan terhadap warga sipil oleh kelompok sipil bersenjata di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. DPRP mendukung apabila polisi melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap pelaku penembakan warga sipil tersebut.

DPRP menurut pihaknya, tidak pernah menyetujui terjadi korban dari pihak masyarakat sipil maupun di pihak manapun dan tidak boleh terjadi kasus-kasus kekerasan yang akhirnya sampai menghilangkan nyawa seseorang. DPRP juga menyerankan kepada OPM yang ada di Puncak Jaya, agar berhenti melakukan hal-hal yang tidak menguntungkan bagi semua pihak. Wonda menandaskan, bahwa peristiwa penembakan yang terus terjadi di daerah Puncak Jaya membuat masyarakat di sana semakin trauma. Lantaran dari tahun ke tahun situasi di Puncak Jaya sering mencekam sehingga masyarakat tak bisa melakukan aktivitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s