Kunjungan Kenegaraan Presiden Jokowi ke Papua Nugini

3_KunjunganPada tanggal 11 hingga 12 Mei 2015 lalu, Joko Widodo (Presiden RI) melakukan kunjungan kenegaraan ke Papua New Guinea (PNG) atau Papua Nugini. Presiden yang didampingi Iriana Jokowi (Ibu Negara), Tedjo Edy Purdjianto (Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan), Retno Marsudi (Menteri Luar Negeri), Sudirman Said (Menteri ESDM), dan Marciano Norman (Kepala BIN) bertolak ke Papua Nugini melalui Bandar Udara Frans Kaiseipo, Provinsi Papua Barat pada tanggal 11 Mei 2015. Kunjungan kenegaraan tersebut dilakukan setelah Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja dari Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Kunjungan Presiden Jokowi ke Papua Nugini tersebutdilakukan untuk meningkatkan kerjasama bilateral antar kedua negara. Dalam kunjungan tersebut, Presiden Jokowi terkesan atas keberhasilan Papua Nugini dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Menurut Presiden Jokowi, segala pencapaian yang diperoleh Papua Nugini tidak terlepas dari kepemimpinan Peter O’Neill (Perdana Menteri Papua Nugini) dalam memajukan negaranya.

Dalam kunjungan kenegaraan tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan yang dituangkan dan ditandatangani dalam 2 (dua) dokumen kerjasama Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Papua Nugini di Gedung Parlemen, Port Moresby pada tanggal 12 Mei 2015. Dalam MoU yang ditandatangani dilakukan oleh Menteri Luar Negeri dan Menteri ESDM tersebut, disepakati kerjasama bidang kejahatan lintas negara (yang meliputi tindak pidana narkoba dan terorisme), dan kerjasama peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk eksplorasi minyak dan energi.

Dalam jumpa pers bersama Perdana Menteri Papua Nugini di Gedung Parlemen, Presiden Jokowi mengatakan Pemerintah Indonesia sangat menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Dalam bidang ekonomi, Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Papua Nugini sepakat untuk meningkatkan kerjasama di berbagai area, mendorong perdagangan di luar pasar perbatasan, mendorong penguatan kerjasama investasi dan infrastruktur, serta menggiatkan keterlibatan swasta dibidang energi, telekomunikasi, dan perikanan.

Dalam kunjungan tersebut pula, Presiden Jokowi juga melakukan pertemuan dengan Sir Michael Ogio (Gubernur Jenderal) dan Theo Zurenuoc (Ketua Parlemen Hon). Presiden Jokowi juga menyampaikan sambutan di hadapan sekitar 150 pengusaha Papua Nugini dan mengajak para pengusaha untuk memanfaatkan berbagai peluang serta meningkatkan hubungan kerja sama antara business to business Indonesia-Papua Nugini.

Papua Nugini adalah mitra dagang terbesar Indonesia di antara negara-negara kepulauan di kawasan Pasifik. Volume perdagangan antara kedua negara pada 2014 mencapai 206,68 juta dollar AS dengan ekspor Indonesia ke Papua Nugini pada 2014 mencapai 159,12 juta dollar AS (sumber : Setkab RI). Sementara jumlah warga negara Indonesia yang bekerja di Papua Nugini mencapai lebih dari 1.100 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menyampaikan bahwa Papua Nugini sebagai tetangga dekat sekaligus sahabat erat bagi Indonesia. Papua Nugini merupakan tetangga penting karena kedua negara tidak hanya telah hidup bersama berdampingan, tapi juga saling berbagi pulau dan juga berbagi harapan. Kesamaan budaya, tradisi, dan nilai-nilai telah menjadikan Indonesia-Papua Nugini saling bersahabat. Bersama Perdana Menteri Papua Nugini, Presiden Jokowi ingin menjadikan momentum peringatan 40 tahun hubungan diplomatik kedua negara agar dapat lebih erat dan intensif lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s