Menggugat Eksistensi ULMWP Sebagai Perwakilan Melanesia

cdbfb48b95aef9d44d15cfe2e0ae613b_ulmwp-masih-kepentingan-kelompok-tertentuGerakan perjuangan melepaskan diri dari NKRI di wilayah Papua tidak terasa sudah berjalan puluhan tahun dan cukup menguras perhatian dan energi dari Pemerintah Indonesia. Berbagai usaha dan kebijakan sudah dilakukan Pemerintah untuk meredusir tindakan “makar” ini, namun belum mengurangi aktivitas para pejuang separatis ini. Perjuangan kemerdekaan ini pun disalurkan lewat berbagai macam organisasi yang berbeda namun memiliki satu tujuan, yaitu keinginan lepas dari NKRI. Mulai dari OPM yang berjuang lewat jalan kekerasan dan melakukan teror yang meresahkan masyarakat, sampai dengan organisasi semacam Parlemen Nasional West Papua (PNWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang mengklaim berjuang lewat jalan damai namun dalam prakteknya kerap mengganggu ketertiban, bahkan ada organisasi yang sudah mengklaim dirinya sebagai Negara yaitu NRFPB (Negara Republik Federal Papua Barat) yang mengklaim sebagai sebuah Negara yang memiliki legitimasi dari masyarakat Papua.

Sadar memiliki tujuan yang sama, maka beberapa organisasi ini membentuk organisasi baru bernama United Liberation Movement of West Papua (ULMWP) yang dideklarasikan pada saat pertemuan organisasi – organisasi separatis Papua di Saralana, Port Vila, Vanuatu, dengan Sekjen Octavianus Mote dan memiliki tujuan yang jelas, yaitu menjadi perwakilan kelompok separatis untuk memperjuangkan kemerdekaan dan menaikkan nilai tawar di mata dunia bahwa mereka merupakan organisasi yang mewakili aspirasi masyarakat Melanesia di Indonesia. Namun apakah benar demikian?

Klaim ULMWP ini masih perlu dipertanyakan, masyarakat Melanesia yang mana yang mereka klaim? Jika mereka mengklaim masyarakat Melanesia secara keseluruhan di Indonesia, bagaimana dengan masyarakat Melanesia di NTT dan Maluku? Secara etnis masyarakat NTT dan Maluku masih tergolong kedalam masyarakat Melanesia namun jelas – jelas ULMWP hanya berjuang untuk masyarakat Melanesia di Papua. ULMWP jangan memanfaatkan nama etnis Melanesia sebagai keuntungan mereka sendiri agar masuk sebagai anggota organisasi internasional seperti misalnya Melanesian Spearhead Group (MSG). Itu jika dilihat dari faktor luar, bagaimana dengan faktor didalam sendiri?

Meski mengklaim sebagai organisasi yang mewadahi organisasi – organisasi perjuangan separatis seperti KNPB, PNWP dan NRFPB, namun kenyataannya ULMWP ditolak oleh salah satu elemen organisasi yang diklaim mendukungnya yaitu NRFPB. Hal ini dipertegas dengan pernyataan Forkorus Yoboisembut yang merupakan “Presiden” NRFPB yang menganggap pembentukan ULMWP hanya merupakan usaha beberapa oknum tokoh kemerdekaan dalam mencari keuntungan, selain itu dirinya kecewa dengan beberapa tokoh NRFPB yang justru mendukung ULMWP “Jadi, saya kecewa dan menyesal terhadap beberapa orang pejabat NFRPB yang ikut memberikan persetujuan terhadap pembentukan ULMWP. Dan, adanya hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak dapat mempertahankan Deklarasi Bangsa Papua Barat di Negeri Papua Barat serta 19 Oktober 2011 sebagai dasar hukum berdirinya NFRPB secara konsisten dan konsekuen,” sesalnya

Selain itu Forkorus juga meminta agar ULMWP tidak membawa – bawa nama NRFPB kedalam ULWMP karena level ULMWP berbeda dengan NRFPB yang diklaim bukanlah organisasi taktis tapi merupakan sebuah Negara. Dari masalah ini dapat kita lihat bagaimana ULWMP, meski mengklaim dirinya sebagai perwakilan masyarakat etnis Melanesia namun tidak memiliki legitimasi tersebut karena tidak mendapatkan dukungan penuh dari masyakarat Melanesia itu sendiri. ULMWP hanya bermodalkan klaim saja agar mereka dapat diterima di organisasi internasional sebagai perwakilan masyarakat Melanesia.

MSG sebagai organisasi yang baru – baru ini menerima aplikasi permohonan menjadi anggota dari ULMWP, sudah seharusnya menjadikan Legitimasi ULMWP yang meragukan ini menjadi salah satu pertimbangan menerima ULMWP menjadi anggota, sebab jika aplikasi keanggotaan ini diterima, maka dampak kepada MSG adalah kerjasama dengan Republik Indonesia sebagai Negara induk wilayah Papua tidak akan seharmonis dulu lagi, dan citra MSG sebagai organisasi internasional akan dicap sebagai organisasi internasional yang melegalkan sikap separatisme dan tidak menghargai kedaulatan suatu Negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s