Hubungan Indonesia-Vanuatu Semakin Erat

2_HubunganMomentum bersejarah Konferensi Asia Afrika (KAA) saat ini telah menginjak usia ke-60 pada tahun 2015 ini. Peringatan event tahunan yang sangat berpengaruh terhadap perdamaian dunia dan pertama kali dideklarasikan pada tahun 1955 tersebut kali ini akan diselenggarakan di Jakarta dan Bandung pada tanggal 19 April 2015 sampai dengan 24 April 2015. Tema yang diusung dalam perhelatan KAA tahun ini adalah “Penguatan Kerjasama Selatan-Selatan”. Selain tema tersebut, KAA tahun ini juga mengkampanyekan perdamaian dan kesejahteraan dunia.

Berdasarkan sejarah pembentukannya, KAA merupakan forum konsolidasi pertama di dunia yang mempertemukan negara-negara terjajah dan baru merdeka dengan prinsip dan semangat yang mulia untuk membebaskan diri dari cengkraman kolonialisme dan melawan neo-kolonialisme, membangun kedaulatan, menciptakan kesejahteraan dan memerangi kemiskinan serta membangun solidaritas dan kerjasama internasional yg adil dan setara. Penyelenggaraan KAA pada tahun ini, pemerintah Indonesia mengundang 106 wakil negara dan 19 organisasi internasional untuk ikut serta dan berpatisipasi dalam forum internasional tersebut.

Momentum KAA tahun ini ternyata juga merupakan suatu tonggak sejarah untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dengan salah satu negara anggota Melanesia Sperhead Group (MSG), yaitu negara Vanuatu. Vanuatu hadir sebagai negara peninjau dalam Pertemuan dan Peringatan 60 Tahun KAA tersebut. Pada tanggal 21 April 2015, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla melakukan pertemuan bilateral dengan Meltek Sato Kilman Livtuvanu (Menteri Luar Negeri Vanuatu) untuk membahas kerjasama bilateral antara kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Menlu Vanuatu mewakili seluruh masyarakat Vanuatu menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Indonesia atas bantuan kemanusiaan yang telah diberikan terkait bencana badai tropikal yang terjadi di Vanuatu pada Maret 2015 lalu.

Selain menyampaikan ucapan terima kasih, Menlu Vanuatu juga menyampaikan keinginan Pemerintah Vanuatu untuk membuka Kedutaan Besar (Kedubes) Vanuatu untuk Indonesia dan disambut baik oleh Wapres Jusuf Kalla. Pada kesempatan tersebut, Wapres Jusuf Kalla menyatakan bahwa dengan adanya Kedubes Vanuatu untuk Indonesia nantinya akan mempererat hubungan bilteral Indonesia-Vanuatu dan akan meningkatkan hubungan kerjasama pada sektor ekonomi antar kedua negara.

Sebelumnya, pada tanggal 20 April 2015, Retno L. P. Marsudi (Menteri Luar Negeri Republik Indonesia) juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Vanuatu. Dalam pertemuan tersebut, Menlu Vanuatu menyampaikan bahwa saat ini negara-negara pasifik memandang Indonesia sebagai pintu negara-negara Asia sehingga perlunya negara-negara pasifik untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Menlu Retno menegaskan komitmen Indonesia untuk meningkatan kerjasama teknis dan capacity building dengan negara negara pasifik khususnya Vanuatu di bidang prioritas, seperti manajemen pariwisata, pertanian dan penanggulangan bencana.

Dengan adanya pertemuan tersebut, maka hubungan bilateral antara Indonesia dengan Vanuatu pada berbagai sektor akan semakin baik. Selain itu, Indonesia juga perlu meningkatkan hubungan kerjasama dengan negara-negara pasifik lainnya sehingga akan meningkatkan kesejahteraan antar negara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s