Papua : Pantaskah OPM Disebut Pejuang ?

1_Papua  Pantaskah OPM Disebut PejuangUntuk kesekian kalinya seorang anggota organisasi yang mengklaim berjuang untuk rakyat Papua, kembali melakukan tindakan yang jauh dari kata pejuang rakyat. Kali ini seorang PNS Bappeda Kab. Puncak Jaya, April Wakerkwa ditembak kakinya oleh orang yang mengaku anggota OPM pimpinan Militer Murib saat melakukan perjalanan menuju Kampung Kunga, Distrik Gome, Kab. Puncak Jaya.

Saat April Wakerkwa mengendarai sepeda motor menuju Kampung Kunga, Distrik Gome untuk mengambil berkas kepegawaian sebagai syarat melanjutkan studi kuliah di Makassar. Penembakan terjadi pada waktu korban melakukan perjalanan ke Kampung Kunga distrik Gome Kab. Puncak, korban melewati jembatan Kunga, namun tiba-tiba didatanggi 2 orang memegang senjata api dan bertanya ada maksud apa ke Gome. “saya pegawai yang mau pendidikan D3 di Makassar, mau mengambil berkas Kepegawaian di Kampung Kunga” jawab korban. Selanjutnya korban dipersilahkan untuk melanjutkan perjalanan. Dalam perjalanan sekitar 15 Meter melewati Jembatang, korban kembali lagi dicegat 2 orang bersenjata dan diperiksa, kemudian mengambil barang-barang korban berupa HP dan uang 13 Juta dan selanjutnya korban ditembak di kaki kanan sebanyak 1 X hingga tembus ke bawah.

Masih beruntung nyawa korban masih dapat terselamatkan setelah mendapatkan tindak kekerasan oleh anggota kriminal bersenjata tersebut yang ditemukan oleh salah seorang PNS Kab. Puncak Jaya dan kemudian dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Melihat kejadian tindak kekerasan disertai dengan penembakan dan perampasan yang masih terjadi di wilayah Puncak Jaya, menandakan bahwa kelompok-kelompok bersenjata tersebut dengan sengaja dan secara terus-menerus melakukan terror dengan terus menganggu keamanan di Kabupaten Puncak. Hal tersebut jelas merugikan rakyat sendiri karena dengan situasi tersebut kegiatan masyarakat sangat terganggu karena masyarakat diliputi rasa kecemasan.

Apa yang sering dikampanyekan oleh tokoh-tokoh Papua merdeka kini hanya isapan jempol belaka. “perjuangan menuju Papua merdeka dengan Damai” hanya slogan semata. Kenyataan yang terjadi, kelompok-kelompok tersebut sering melakukan tindak kekerasan bahkan melakukan penembakan yang kerapkali menimbulkan korban meninggal dunia dari masyarakat sipil. Sangat berbanding terbalik dengan kata “Damai”.

Kejadian perampasan dan penembakan terhadap masyarakat sipil ini, menandakan bahwa kelompok tersebut bukan lagi berjuang untuk Papua merdeka, namun lebih tepat disebut dengan kelompok kriminal atau dapat disebut juga dengan kata “Begal”, karena selain melakukan tindak kekerasan, juga merampas harta milik korban, padahal korban adalah anak adat suku Dani yang notabene orang asli Papua.

“tidak ada lagi kata pejuang, dong Cuma ingin hidup enak tapi tara mau bekerja..” ucap salah seorang mama yang mengetahui saat tindakan perampasan tersebut. “Stop sudah bilang Papua merdeka, kita ini su merdeka, tinggal bagaimana katong berusaha hidup lebih baik, damai itu penting” tambahnya dengan kesal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s