Papua dan Papua Barat Teladan Toleransi Beragama

5_Papua dan Papua Barat Teladan Toleransi BeragamaKeberagaman suku dan budaya di Papua dan Papua Barat tidak serta merta menghantarkan terjerumus dalam masalah SARA, sebaliknya untuk masalah SARA sangat jarang bahkan hampir tak terdengar. Yang menarik dari Provinsi Papua dan Papua Barat adalah kehidupan beragama, toleransi beragama di provinsi ini patut menjadi teladan beberapa daerah lain di Indonesia yang rentan dengan konflik bernuansa SARA.

Salah satu kabupaten yang hubungan Islam Kristen begitu erat terjalin keharmonisan adalah kabupaten yang di juluki kota pala atau kabupaten Fakfak, tak jauh dari kabupaten Maluku yang pernah terjadi konflik agama Islam-Kristen justru Fakfak, relasi Islam-Kristen sangat damai. Sedikit mengutip cerita sejarah leluhur bahwa dahulu setiap keluarga di kabupaten Fakfak beranggotakan keluarga kandung yang beda agama yakni Islam-Kristen, hubungan kekeluargaan yang sedarah inilah yang mempererat hubungan Islam-Kristen di kabupaten Fakfak. Secara turun temurun tradisi kasih sayang antara anggota keluarga sedarah, akhirnya tertulur kepada hubungan tetangga, lingkungan tempat tinggal dan meluas kepada masyarakat umum di kabupaten Fakfak, dari tuan-tuan tanah sampai kaum pendatang nuansa kasih sayang dan relasi beragama menjadi wajib dijaga untuk melestarikan nilai-nilai kekeluargaan dan budaya masyarakat Kabupat Fakfak. Atmosfir relasi Islam-Kristen yang damai menyebar luas ke kabupaten-kabupaten lain di Papua dan Papua Barat.

Provinsi Papua Barat tergolong provinsi yang masih seumuran jagung, walau muda Provinsi Papua Barat sangat tepat menjadi panutan untuk provinsi lain di Indonesia, dalam hal relasi beragama. Perlu diketahui bahwa sebagian besar masyarakat Papua Barat beragama Kristen, mayoritas Kristen tidak lantas menjadikan umat Kristen di tanah Papua Barat, bertindak semena-mena terhadap umat minoritas. Relasi Islam-Kristen di Papua Barat menjelang bulan puasa sudah menjadi tradisi bersama untuk saling menghormati, menyemangati, dan menghargai umat Islam yang sedang melangsungkan ibadah puasa. Melekat dalam ingatan perayaan tahunan di bulan puasa adalah ; jajanan kolak pisang dan es pisang ijo, serta jajanan lainnya yang bertaburan hampir di setiap jantung kota, sampai pinggiran kota di seluruh kabupaten dan kota di Papua Barat. Perayaan ini bukan saja menjadi perayaan yang dinantikan umat Islam, namun menjadi sukacita tersendiri bagi umat non Islam termasuk umat Kristen. Yang harus menjadi catatan negeri ini adalah ketika semua mata memandang, dan semua bibir berucap, bahwa Papua dan Papua Barat dari segi keamanan kurang kondusif, namun sesungguhnya umat muslim di tanah Papua dan Papua Barat memiliki pengalaman berbeda untuk keamanan yang di dirasakan dan dialami.

Ketika orang takut untuk keluar rumah pada larut malam atau subuh dini hari, justru ibadah sholat subuh selalu dapat terlaksana dan tidak sedikit jemaah yang hadir dalam ibadah subuh tersebut. Ini menunjukan kepada masyarakat di Indonesia, bahwa mentalitas masyarakat Papua dan Papua barat adalah mentalitas kasih dan menghormati sesama manusia, menjunjung tinggi Pancasila yakni sila pertama’ Ketuhanan Yang Maha Esa’. Artinya masyarakat Papua dan Papua Barat mengakui bahwa Indonesia mengakui beberapa agama, dan agama yang diakui wajib untuk dihormati, dihargai dan dikasihi. Masyarakt Papua Barat tidak pernah mengenal seorang Arnold Toynbee ; ’semua agama pada dasarnya sama’. namun teori Toynbee, sudah sejak lama di praktekan di atas tanah Papua dan Papua barat, seperti contoh tuan-tuan tanah memberikan tanah mereka untuk di jadikan tempat ibadah tanpa ada persoalan di kemudian hari, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu di daerah lain di Indonesia, di Papua dan Papua Barat tidak pernah terjadi hal-hal anarkis yang merugikan agama lain, sebaliknya di Papu dan Papua Barat keberagamaan agama termasuk agama Islam, melakukan aktifitas keagamaan, selalu medapatkan dukungan baik dari agama mayoritas atau Kristen. Saat bulan puasa tiba, pemberitaan yang muncul di media tentang kondisi Papua di dunia internasional ramai dibicarakan, Nampak dalam kegiatan masyarakat ada kedewasaan beragama yang benar-benar harus jadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Realita pemisahan antara tiap sisi-sisi kehidupan mencerminkan masyarakat Papua yang notabene dalam pandangan masyarakat daerah lain di Indonesia terkesan negative justru masyarakat ini yang patut diteladani. sesungguhnya di Provinsi inilah relasi Islam-Kristen harmonis dan damai terbangun.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s