KNPB Kembali Lakukan Tindak Kekerasan dan Melawan Hukum

2_KNPB Kembali Lakukan Tindak Kekerasan dan Melawan HukumBermula dari kegiatan simpatik yang dilakukan oleh sekelompok orang yang menamakan Komite Nasional Papua Barat atau biasa dikenal dengan sebutan KNPB dengan melakukan penggalangan dana untuk kegiatan organisasinya tepatnya tanggal 19 Maret 2015 pukul 10.30 WIT, bertempat di Komplek Ruko Blok C Jln. Papua Distrik Dekai Kab. Yahukimo.

Aksi penggalangan yang dilakukan oleh KNPB semakin lama mengganggu masyarakat sekitar karena mereka melakukan dengan memalang jalan dan membakar ban bahkan tidak mengantongi ijin, sehingga anggota polisi dari Polres Yahukimo dan Brimob Detasemen A dipimpin Iptu Abjan Djalal (Danton Brimob) dan Kompol Supraptomo (Wakapolres Yahukimo)melakukan pembubaran terhadap kelompok massa KNPB yang berjumlah kira-kira sekitar 50 orang.

Rencana negoisasi yang akan dilakukan oleh Ipda Budi Santoso, S.Sos (Kasat Intel Polres Yahukimo) dengan massa KNPB agar membubarkan diri dengan tertib gagal diupayakan. Alih-alih bubar dengan tertib, akan tetapi massa KNPB malah langsung menyerang dengan melempar batu kea rah anggota Polisi dan bahkan senjata Revolver jenis Taurus milik Ipda Budi Santoso dirampas oleh massa KNPB. Massa tidak serta-merta bubar setelah dilakukan pembubaran paksa. Sebagian massa melempari rumah warga dengan menggunakan batu. Bahkan seorang ibu rumah tangga (IRT) Ani (35) warga Jalan Paradiso, mengalami luka sobek di bibir bawah serta luka lebam di wajah akibat dipukuli massa.

Setelah aksi demonstrasinya dibubarkan polisi, ternyata massa Komite Nasional Papua Barat (KNPB) mendatangi Bandara Nop Goliat, Yahukimo, Papua. Mereka menyerang bandara sehingga beberapa petugas terluka.

Dalam keterangannya Jumat (20/3/2015), Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin menyatakan akibat serangan itu setidaknya empat orang terluka. Beberapa di antaranya masih dirawat di rumah sakit setempat.

“Saat itu semua korban langsung melarikan diri menuju basecamp PT Bintang Timur Mandiri, namun mereka tetap dikejar massa KNPB,” kata Patrige Renwarin di Jayapura.

Mereka menyerang pegawai Kementerian Perhubungan Yohanes Palapesi yang bertugas di bandara sehingga korban mengalami luka pada 4 jari tangan kanan akibat tebasan parang. Mereka juga menyerang Acep Syaiful Hamdi (28) karyawan maskapai Susi Air. Dia mengalami luka akibat sabetan parang di bagian punggung.

Bahkan saat petugas kesehatan dari RS Dekai akan menjemput para korban, menggunakan kendaraan ambulans turut menjadi korban. Noi Efrat Surirat (26) petugas kesehatan RS Dekai saat dalam perjalanan menuju bandara dengan ambulans dihadang massa. Efrat diserang sehingga mengalami luka serius di telinga bagian kanan.

Pasca kejadian tersebut, tanggal 21 Maret 2015 Tim gabungan anggota Brimob dan Polres Yahukimo yang dipimpin AKBP. Ade Djaja Subagja (Kapolres Yahukimo) melakukan penyisiran dan penggeledahan Markas/Sekretariat KNPB di Jalan Heluk Pasar Baru Dekai Kab. Yahukimo. Hasil penggeledahan didapatkan Senpi pendek Revolfer jenis Taurus nomor senpi XK 255659 milik Ipda Budi Santoso (Kasat Intel Polres Yahukimo) yang dirampas oleh massa KNPB saat negosiasi pembubaran aksi penggalangan dana KNPB di komplek Ruko blok C Jln. Papua Dekai pada tanggal 19 Maret 2015. Selain itu anggota Tim gabungan mendapatkan barang bukti berupa dokumen dan beberapa baju loreng seragam KNPB yang digunakan dalam setiap melakukan aksi.

Pernyataan yang pernah dikeluarkan Ketua KNPB, Victor Yeimo bahwa Pimpinan Pusat KNPB menegaskan untuk kesekian kalinya, sejak awal berdiri pada tahun 2008 hingga hari ini, KNPB tidak melakukan gerakan perlawanan dengan kekerasan. Namun fakta dilapangan berbicara lain, seringkali aksi-aksi KNPB yang dilakukan disertai dengan kekerasan dan cenderung melawan hukum, dari beberapa penggeledahan di secretariat KNPB wilayah ditemukan senjata tajam bahkan senjata api, hal serupa juga, aksi yang dilakukan di Yakuhimo jelah-jelah terbukti menciptakan gangguan kenyamanan masyarakat bahkan melakukan kekerasan dengan melempar batu diperumahan warga, menganiaya masyarakat di Bandara Nop Gholiat Yahukimo.

“gerakan perlawanan tanpa kekerasan yang mana ?” ucap keluarga korban penganiayaan saat dikonfirmasi. “itu hanya omong-omong saja, buktinya mereka selalu mengganggu ketertiban setiap aksinya, trus apa mereka mau bertanggungjawab atas tindakkannya yang merugikan orang lain??” tambahnya dengan geram.

Senada dengan pihak keluarga korban, salah seorang tokoh masyarakat Yahukimo juga menyampaikan, apa yang dilakukan oleh KNPB tidak didukung oleh masyarakat, bahkan tokoh-tokoh masyarakat Yahukimo mengecam tindakan tersebut, karena merugikan rutinitas warga, masyarakat takut keluar, bahkan operasional Bandara sempat ditutup. Masyarakat Yahukimo berharap, aparat kepolisian segera mengambil tindakan, untuk menangkap orang-orang KNPB yang terus berupaya mengganggu ketertiban. “mereka sudah kriminal.. mereka sudah melanggar hukum.. jadi untuk apa lama-lama, tangkap saja mereka, biar Papua Aman..” ungkap salah seorang pegawai Bandara Nop Gholiat asli anak Papua yang enggan disebutkan namanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s