Papua Merdeka : Belajarlah dari Sudan Selatan

SudanPapua seperti tidak pernah lepas dari gejolak walaupun sudah menerima otonomi dan dipimpin banyak putera-putera daerah. Isu kemerdekaan seolah mengungkit luka lama ketika Republik ini kehilangan pulau Sipadan-Ligitan dan Timor-Timur. Para pendukung kemerdekaan ini semakin percaya diri, melepaskan Papua dari pangkuan NKRI kembali digaungkan.

Para pendukung kemerdekaan ini beranggapan bahwa dengan melepaskan diri dari Indonesia maka mereka akan terlepas dari kemiskinan, bebas dari keterbelakangan, bebas dari penindasan, bebas dari ketidakadilan, bebas memakai sumber daya alam yang terkandung di tanah Papua dan masih banyak tujuan – tujuan yang bisa dikatakan merupakan tujuan yang baik. Namun apakah semua tujuan tersebut dapat dicapai dengan mudah apabila Papua Merdeka, apakah dengan Papua merdeka seluruh permasalahan tersebut akan selesai dalam sekejap dan Papua menjadi sebuah “Negara” yang makmur dan maju?

Mari kita lihat sebuah Negara di benua Afrika sana yang juga baru resmi menjadi sebuah Negara yakni Sudan Selatan. Sekedar informasi, Sudan Selatan resmi merdeka dari Negara induknya Republik Sudan pada 9 Juli 2011. Negara yang beribukota di Juba ini berhasil mencapai kemerdekaannya setelah berjuang sejak tahun 1955 dan melewati perang sipil berdarah – darah sebanyak dua kali dan akhirnya mendapatkan kemerdekaannya lewat referendum. Layaknya Papua, wilayah Sudan Selatan merupakan wilayah yang kaya sumber daya alam terutama minyak bumi sehingga menjadikan Negara baru ini punya potensi yang menjanjikan.

Namun apa yang terjadi, situasi di Sudan Selatan tidak lebih baik dari situasi saat mereka masih bergabung dengan Negara Sudan, Negara Sudan Selatan saat ini justru makin terjerumus dan terperosok dengan konflik perang saudara yang berlarut – larut sampai saat ini. Konflik perang saudara ini juga diperkeruh dengan perselisihan suku yaitu antara Suku Dinka dengan Suku Nuer. Suku Dinka merupakan representasi Presiden Sudan Selatan Salva Kiir Mayardit, sedangkan Suku Nuer merupakan representasi dari bekas Wakil Presiden yang menjadi pimpinan pemberontak Riek Machar. Konflik yang semakin berlarut – larut hingga saat ini mengakibatkan tujuan yang diperjuangkan selama ini menjadi sia – sia dan yang menjadi korban adalah masyarakatnya dan yang mendapatkan keuntungan tentu saja pihak asing.

Jika dilihat kenyataan yang terjadi di Sudan Selatan dengan kondisi Papua saat ini, dapat dikatakan bahwa jika Papua menjadi sebuah Negara maka nasib seperti Sudan Selatan akan mungkin terjadi di Papua, mengingat kondisi Papua saat ini yang masih dihantui konflik antar suku yang selalu berujung pada bentrok fisik yang memakan korban. Apalagi saat ini di Papua penggolongan antara orang Papua di Pantai dengan orang Papua di Pegunungan sering menimbulkan perselisihan. Yang terjadi pada akhirnya ketika Papua merdeka adalah bukan nya memperbaiki nasib masyarakat Papua malah makin menambah penderitaan mereka.

Dengan melihat kondisi Papua saat ini, kemerdekaan Papua tidak akan menjamin bahwa Papua akan berkembang lebih baik daripada sekarang, dan tidak ada jaminan bahwa pemimpin yang akan berkuasa akan mempunyai visi mensejahterakan masyarakat Papua. Papua saat ini lebih memerlukan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Masyarakat Papua sudah cukup lelah dengan konflik yang ada yang ditimbulkan oleh orang – orang yang tidak bertanggung jawab, bukan mimpi manis semu kemerdekaan dari para aktivis pro kemerdekaan di luar negeri sana maupun yang berada di Papua yang ngotot ingin merdeka. Kita dapat menemukan alasan-alasan untuk menuntut kemerdekaan Papua namun pada kenyataannya harus dilihat realita yang terjadi dan konsekuensi yang didapat apabila Papua Merdeka. Sudah siapkah masyarakat Papua untuk merdeka?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s