Transmigrasi Percepat Pembangunan Daerah

cProgram transmigrasi di Indonesia telah dimulai sejak era Orde Baru sampai sekarang. Saat masa Orde Baru program transmigrasi tergolong sebagai program pemerintah yang sukses dengan hasil swasembada pangan di Indonesia. Program transmigrasi akan dilaksanakan kembali oleh Kementerian Desa, PDT dan transmigrasi. Hal tersebut sudah dimulai dengan adanya sosialisasi oleh beberapa Pemerintah Daerah di Indonesia yang akan dijadikan sebagai daerah transmigrasi. Di Aula Pemda Kabupaten Tembrauw, Papua contohnya, pada 9 Desember 2014 berlangsung acara sosialisasi perencanaan kawasan transmigrasi yang dihadiri oleh Mousche Woria (Kadis Capil Kab. Tambrauw), Gabriel Asem SE.MSi (Bupati Tambrauw), dan Zam zam (Nara Sumber/Kasubdit Perencanaan Kawasan Dirjend Kementerian Transmigrasi). Acara sosialisasi tersebut pada intinya menjelaskan manfaat dan implementasi pelaksanaan program transmigrasi. Bupati Tambrauw, Gabriel Asem, mengatakan bahwa, program transmigrasi di Kabupaten Tambrauw sangat penting sekali untuk dilaksanakan, karena untuk mendukung percepatan pembangunan. Hal tersebut dapat dilihat dari daerah trans yang maju, karena warga transmigrasi datang dengan semangat dan kemampuan (skill), serta dapat menyesuaikan dengan lingkungan.

Masyarakat daerah asli dengan keterbatasan kemampuan yang sangat minim, diharapkan dapat mengambil ilmu kemampuan dari para warga trans. Masyarakat asli sudah bantu di semua bidang oleh Pemda, tetapi tetap tidak bisa berkembang makanya harus ada perubahan mindset perilaku. Potensi alam yang subur di Papua harus dapat dimanfaatkan, sehingga program transmigrasi merupakan sebuah program yang tepat dilaksanakan sebagai proses untuk lebih mempercepat pembangunan di kabupaten menjadi maju. Program ini juga pasti akan ada yang pro dan kontra, tetapi pemerintah daerah sebaiknya melakukan musyawarah dengan warga setempat sampai tercapai kesepakatan. Sistem transmigrasi yang tepat dapat dibentuk dengan melakukan perpaduan antara kelompok-kelompok masyarakat asli dan trans, agar masyarakat asli juga mampu bercocok tanam dengan baik. Harapannya jika berhasil dalam waktu 5 tahun peserta trans sudah mempunyai penghasilan tinggi. Termasuk masyarakat asli yang bergabung dengan kelompok trans.

Sebelumnya, Menteri Desa, PDT, dan Transmigrasi, Marwan Djafar telah menegaskan pada Jumat 7 November 2014, bahwa penempatan program transmigrasi diharuskan dapat berkembang lebih cepat, sehingga menjadi salah satu prioritas untuk membangun daerah dan mensejahterakan masyarakatnya. Untuk mencapai tujuan itu pemerintah mengelaborasikan pemberdayaan masyarakat yang jitu melalui pendekatan peningkatan kualitas penyelenggaraan transmigrasi (focussing) dalam mendorong kebangkitan masyarakat serta permukimannya. Pemukiman transmigrasi yang belum produktif dan belum berkembang dapat dibina, agar melengkapi infrastruktur ekonomi dan sosial yang memadai, beri stimulan dan pendampingan, sehingga masalah yang ada dapat dituntaskan. Kemudian, permukiman transmigrasi baru, agar terintegrasi dengan permukiman penduduk setempat dengan memperhatikan ketersediaan lahan dan tempat berusaha yang potensial.  Sedangkan kawasan transmigrasi yang sudah ada dan belum berkembang dapat dipercepat pengembangannya melalui model Kota Terpadu Mandiri (KTM) dalam rangka mewujudkan Kawasan Perkotaan Baru (KPB). Tujuannya  untuk menciptakan sentra-sentra agribisnis dan agroindustri yang mampu menarik investasi swasta, sebagai penggerak perekonomian para transmigran dan penduduk sekitar menjadi pusat-pusat pertumbuhan baru, sekaligus untuk membuka kesempatan kerja dan peluang usaha baru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s