Pemilukada 2015 : Kepulauan Aru Mencari Pemimpin

D17VZeUf3lPolemik terkait Perppu Pilkada yang dikeluarkan oleh Presiden SBY pada tahun 2014 lalu akhirnya berakhir dengan indah. Perppu tersebut akhirnya resmi diterima dan disahkan oleh DPR “Menyetujui Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 22 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota serta Perppu Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2014,” kata Wakil Ketua DPR dari Fraksi Demokrat, Agus Hermanto, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 20 Januari 2015.

Dengan disahkannya Perppu ini menjadi UU, maka KPU memiliki kejelasan terkait dengan pelaksanaan Pemilukada di berbagai daerah di Indonesia. Berbeda dengan UU sebelumnya, maka pelaksanaan Pemilukada nantinya akan diselenggarakan serentak. Pemilukada nantinya akan dibagi kedalam 3 gelombang penyelenggaraanya itu tahun 2015, 2018 dan 2020.

Pada tahun 2015 di Provinsi Maluku terdapat dua daerah yang akan mengadakan Pemilukada secara serentak, yakni Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) dan Kabupaten KepulauanAru. Sedangkan daerah lainnya seperti Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah akan mengadakan Pemilukada pada tahun 2018. Khusus daerah Kepulauan Aru Pemilukada kali ini akan sangat menentukan arah pembangunan di Kepulauan Aru kedepan pasca meninggalnya mantan Bupati sebelumnya Theddy Tengko di tahanannya setelah sebelumnya menjadi tersangka kasus Korupsi APBD Kepulauan Aru.

Semenjak pemekarannya dari Kabupaten Maluku Tenggara, Kabupaten yang sejak dahulu terkenal sebagai penghasil Mutiara dengan kualitas terbaik dan dikenal sebagai “Mutiara Dobo” ini belum beranjak dari ketertinggalan pembangunan. Salah kelola dan Korupsi yang dilakukan oleh oknum pejabatnya mengakibatkan perkembangan pembangunan di daerah Kepulauan Aru menjadi terganggu. Masuknya Kepulauan Aru kedalam wilayah yang tergolong tertinggal berdasarkan data Kementerian Desa dan PDT menegaskan betapa kondisi pembangunan yang cenderung stagnan di Kepulauan Aru, padahal umur Kabupaten berpenduduk 77.986 jiwa ini sudah tidak bisa dikatakan muda lagi.

Momentum Pemilukada ini bisa dikatakan sebagai momen yang tepat untuk Kepulauan Aru bangkit dari ketertinggalan. Dengan adanya momen pesta demokrasi lokal ini, masyarakat memiliki kesempatan untuk mencari pemimpin daerah yang tepat dan mampu untuk memimpin Kabupaten Kepulauan ini 5 tahun kedepan . tentu saja pemimpin yang baik itu tidak harus yang berasal dari bidang pemerintahan maupun yang memiliki banyak sumber daya. Pemimpin yang dibutuhkan oleh Kepulauan Aru adalah pemimpin yang memiliki pemikiran yang visioner, komitmen dalam mengembangkan perekonomian dan pembangunan masyarakat dan tidak merasa menjadi “raja lokal” tetapi merasa menjadi “pelayan rakyat”.

Tentu mencari pemimpin seperti ini tidak mudah, apa lagi pada Pemilukada nanti para calon berlomba – lomba akan berusaha tampil dengan pencitraan yang baik di depan masyarakat, namun pada kenyataannya keburukan akan kelihatan juga sepintar apapun orang menyembunyikannya. Kepulauan Aru adalah daerah yang memiliki potensi besar dan saying saat ini belum diberdayakan dengan baik. Ini saatnya masyarakat Kepulauan Aru untuk lebih berperan aktif dalam memilih calon pemimpinnya jangan salah pilih lagi sebab taruhannya adalah 5 tahun kedepan nasib Kepulauan Aru dipertaruhkan apakah kembali ke masa jaya nya dahulu sebagai Pulau yang terkenal dengan mutiaranya, atau tetap stagnan dan tetap masuk di daftar Kementerian Desa dan PDT .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s