Masyarakat Papua “merdeka”? Untung atau buntung

bMembentuk suatu negara itu tidak mudah, Memang syarat berdirinya suatu negara hanya ada empat, yaitu adanya wilayah, pemerintahan, rakyat dan pengakuan dari negara lain, namun tidak hanya begitu saja negara terbentuk dan merdeka. Perlu ada tanggung jawab dari pemerintah untuk lebih menyejahterakan rakyatnya setelah negara tersebut merdeka, apabila rakyatnya tidak lebih sejahtera dibandingkan sebelum negara tersebut merdeka, maka akan sia-sia dan terjadi penyesalan terhadap negera tersebut setelah merdeka.

Dari pernyataan diatas dapat dianalisis dengan kejadian gerakan separatisme di Papua dan Papua Barat. Sampai saat ini Papua dan Papua Barat masih bersemangat untuk memisahkan diri dari NKRI. Berbagai usaha mencari dukungan dari negara lain, seperti Inggris, Papua Nugini, hingga Amerika. Usaha-usaha Papua tersebut tidak disesuaikan dengan keadaan masyarakat Papua sendiri. Bayangkan saja Papua mempunyai wilayah empat kali lebih besar dari Pulau Jawa, namun tidak sesuai dengan jumlah penduduk asli Papua yang sedikit jumlahnya dan kemampuan Sumber Daya Manusia yang masih tergolong rendah apakah mampu untuk mendirikan suatu rumah besar (negara), serta dapat memanfaatkan Sumber Daya Alamnya secara maksimal. Selain itu, para pejabat pemerintah daerah yang boros dan memiliki tingkat korupsi tinggi, apakah mampu menyejahterakan rakyat asli Papua nantinya?

Kemungkinan yang dapat terjadi adalah akan semakin banyak negara maju, seperti Australia, Amerika, Inggris, dan sebagainya akan memanfaatkan kelemahan Papua setelah lepas dari NKRI untuk mengambil secara besar-besaran Sumber Daya Alam yang Papua miliki, tanpa memperdulikan kesejahteraan masyarakat asli Papua secara keseluruhan (hanya elite Papua).

NKRI yang saat ini masih bertanggung jawab dan terus berusaha untuk memberikan kesejahteraan masyarakat Papua jangan dipandang sebelah mata oleh gerakan-gerakan separatis Papua. TNI yang masih mengamankan perbatasan Papua dari intervensi negara lain, Polri yang masih menjaga keamanan Papua, pemerintah yang masih menurunkan dana anggaran lebih besar dari provinsi-provinsi yang lain melalui dana OTSUS Plus Papua, selain itu sifat dasar masyarakat Indonesia yang ramah dan menyukai gotong royong akan lebih dapat mengayomi. Maka dari itu, sebelum terjadi penyesalan seperti masyarakat Timor Leste yang telah lepas dari Indonesia karena semakin tidak sejahtera rakyatnya dan perebutan kekuasaan antara elite politiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s