Papua : WPNCL di Tolak MSG, Bagaimana dengan ULMWP ???

eMasih teringat pernyataan anggota MSG asal PNG Peter Ilau  saat berkunjung ke Indonesia yang mengatakan bahwa informasi yang disampaikan oleh para aktivis Papua tidak sesuai dengan kenyataan. “informasi WPNCL hanya bohong belaka, nyatanya Papua tidak miskin seperti yang disampaikan oleh WPNCL beberapa waktu lalu” ucap Peter.

Walaupun secara langsung belum disampaikan hasil kunjungan MSG oleh Pemerintah Indonesia, namun melihat kekecewaan sebagian masyarakat Papua yang menilai bahwa kunjungan MSG tidak sesuai dengan agenda dari hasil pertemuan MSG di Kaledonia Baru menunjukan bahwa informasi-informasi WPNCL tidak ditindaklanjuti oleh MSG, karena informasi tersebut dinilai tidak benar, sebab sesuai dengan fakta Papua sudah maju dan bahkan lebih maju dari negara-negara MSG.

Hal tersebut membuktikan bahwa Pemerintah Indonesia sangat serius mengelola masalah Papua, baik dari segi pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan peningkatan SDM. Tanggapan dari beberapa Delegasi MSG selepas pertemuan dengan beberapa pejabat Papua dan Perwakilan Masyarakat Papua (DPRP) menyampaikan bahwa Papua tidak seperti yang disampaikan oleh WPNCL dan keinginan Papua menjadi anggota MSG hampir di Pastikan tidak mungkin. “Papua tidak mungkin masuk anggota MSG, karena Papua bukan sebuah negara, cukup Indonesia sebagai observer dan sudah mewakili masyarakat Papua” ucap salah seorang Anggota MSG selepas pertemuan.

Ditolaknya usulan WPNCL tidak menyurutkan elemen aktivis Papua yang berseberangan dengan pemerintah RI, terbukti tanggal 1 s/d 5 Desember di Vanuatu beberapa aktivis Papua perwakilan dari KNPB, NRFPB dll membentuk suatu wadah perjuangan yaitu United Liberation Movement for West Papua atau disingkat ULMWP. Organisasi ini dimotori juga oleh aktivis Papua merdeka di luar negeri seperti Benny Wenda, Octovianus Motte, Rex Rumakiek dan Jacob Rumbiak dan mempunnya tunjuan meminta negara-negara anggota MSG menerima ULMWP menjadi observer.

Alih-alih mendapat dukungan masyarakat Papua, justru sebaliknya Presiden NRFPB, Forkorus beberapa waktu lalu menyampaikan bahwa orang-orang yang menyatakan sebagai wakil NRFPB pada pertemuan di Vanuatu seperti Perdana Menteri NRFPB, Edison Waromi dan Markus Haluk ternyata tidak mendapat persetujuan dari Presiden NRFPB atau dengan kata lain atas nama Pribadi. “NRFPB merupakan sebuah negara, bagaimana mungkin sebuah negara masuk dalam sebuah organisasi kecil dan tidak jelas… sementara Edison waromi bukan wakil NRFPB, tapi atas nama pribadi” ucap Forkorus sedikit kesal.

Sementara tokoh masyarakat asal Wamena, Dani Uaga menanggapi biasa-biasa saja. “ah.. itu hanya cari sensasi saja.. mereka tidak ada kerja, lebih baik pikirkan bagaimana caranya Papua menjadi lebih maju dan sejahtera”. “Papua kan sudah sah menjadi bagian dari Indonesia, diakui dunia..trus mau apa lagi e..” tambahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s