PAPUA BUKAN MILIK SEBAGIAN KELOMPOK

papua kartun

Perjuangan dalam membangun Papua memang bukanlah pekerjaan yang mudah, banyak kelompok yang ingin mencari keuntungan dan kepentingan sendiri. Ini memang hal yang tidak asing di Papua, namun pertanyaannya siapa yang dirugikan dalam perang kepentingan ini. Masyarakat Papua yang menjadi korban dari permasalahan ini. Kelompok kepentingan yang paling aktif dalam melakukan kegiatannya adalah kelompok separatis Papua. Kelompok ini tidak ragu sering melakukan aksi anarkis dan tidak jarang memakan korban. Korban bukan hanya dari aparat keamanan bahkan masyarakat sipil juga sering menjadi korban dari anarkis kelompok ini. Saat ini kelompok kepentingan sedang gencar dalam mengeluarkan isu-isu kemerdekaan ke Dunia Internasional. Isu-isu ini bahkan sangat sering membingungkan masyarakat sehingga kondisi sosial menjadi tidak kondusif.

Belum lama ini, Kelompok separatis Papua telah membentuk sebuah organisasi gabungan dengan nama Unitied Liberation Movement for West Papua (ULMWP) atau  Persatuan Gerakan Kebebasan West Papua di Vanuatu. Pembentukan organisasi ini dilakukan oleh para pemimpin kelompok separatis dengan disaksikan oleh Perdana Menteri Vanuatu (5/12/2014). Belum lama setelah berdirinya organisasi ini, Pimpinan kelompok separatis NRFPB, Forkorus Yoboisembut yang awalnya mendukung ULMWP saat ini berubah haluan dan menolak terbentuknya ULMWP. Bukan hanya itu, Forkorus juga meminta anggotanya yang bergabung di ULMWP untuk menarik diri dari organisasi tersebut (20/12/2014).

Perang kepentingan semakin bergejolak di Papua, bahkan masing-masing kelompok separatis saling menjatuhkan. Motivasi apa yang sebenarnya ada di balik kelompok separatis ini. Hal utama yang dapat dikatakan “motivasi” dari kelompok ini adalah kekayaan bumi Papua. Rasa memiliki yang besar untuk memiliki kekayaan alam Papua menjadikan kelompok ini menghalalkan berbagai macam cara untuk memisahkan diri dari NKRI, diantaranya kontak senjata, mengeluarkan isu buruk tentang pemerintahan di Papua, menyudutkan pemerintah Indonesia di Dunia Internasional dll. Hal ini mengakibatkan pembangunan di Papua berjalan alot, bahkan berdampak negatif pada kondisi sosial di Papua yang rentan terhadap konflik kelompok bersenjata. Papua bukanlah milik sebagian kelompok. Papua adalah Nusantara, Papua adalah Indonesia.(TH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s