Potret Kepedulian Pemerintah Terhadap Papua

Untitled

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Papua mendapatkan berbagai reaksi penolakan dan protes yang dilayangkan sejumlah aktivis karena sikap diam pemerintah atas penembakan empat warga sipil di Paniai, Papua pada awal Desember lalu. Serta  menganggap bahwa kunjungan Presiden Joko Widodo tidak ada gunanya dan tidak membawa perubahan bagi Papua. Namun hal tersebut bertolak belakang dengan sikap Jokowi yang tetap melangkahkan kaki ke Papua dan menunjukan kepeduliannya terhadap Papua melalui berbagai program yang bertujuan meningkatkan pembangunan di Papua antara lain, program transmigrasi, program swasembada pangan dan program pembangunan infrastruktur.

Kunjungan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo dalam rangka merayakan natal bersama di Papua membawa angin segar terhadap masyarakat Papua dan terlihat keberanian Jokowi menemui Ketua Sinode Kemah Injil Papua Benny Giay salah satu kelompok yang menentang Kunjungan Presiden ke Papua, untuk menjelaskan perihal penembakan di Paniai.

“Presiden menyatakan bahwa memang Presiden memilih secara sadar untuk tidak mengeluarkan pernyataan tentang kekerasan tersebut, karena Presiden ingin betul-betul mencari satu solusi permanen untuk tanah Papua yang damai. Presiden tak ingin hanya melakukan pernyataan saja,” kata Andi Widjajanto (Sekretaris Kabinet).

Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Papua memberikan hadiah natal bagi masyarakat Papua yaitu pembangunan Pasar Sentani yaitu Pasar Phara dan Pasar Mama. Pasar tersebut rencananya akan selesai pada tahun 2015 dan Presiden Jokowi sendiri yang akan meresmikannya. Kepedulian pemerintah pusat terhadap Papua tidak berhenti di sana, banyak program pembangunan yang akan dilakukan salah satunya adalah pembangunan kereta api di Papua. Presiden Jokowi telah memberikan petunjuk terhadap Menteri Perhubungan untuk melakukan studi pembangunan prasarana kereta api di Papua. Jokowi menegaskan perintah studi kelayakan kereta api di Papua itu harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata dengan membangun jaringan kereta api dan mengharapkan bantuan dari gubernur dan wali kota untuk membantu pembebasan lahan.

“Saya sudah perintahkan Menhub mulai tahun depan melakukan studi kereta api di Papua dan setelah studi dilakukan, jangan berhenti, harus dimulai, ada uang berapa ya mulai. Studi itu butuh waktu 6-8 bulan,” kata Jokowi saat bertatap muka dengan Barisan Relawan Jaringan Perubahan Provinsi Papua di GOR Waringin Kota Jayapura, Papua, Sabtu petang (27/12/2014), yang dihadiri pula Gubernur Papua Lukas Enembe dan Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano.

Pemerintahan saat ini sangat konsen terhadap pembangunan Papua dan Kesejahteraan terhadap masyarakat Papua hal ini ditunjukan pada pidato yang di sampaikan oleh Presiden Joko Widodo di  GOR Waringin, Abepura yang dihadiri oleh sekitar 700 orang masyarakat Papua bahwa Presiden berjanji melakukan kunjungan kerja ke Papua minimal 3 kali dalam satu tahun untuk memantau pembangunan di Papua. Hal ini membuktikan bahwa Presiden RI memberikan perhatian langsung kepada Papua.

Kepedulian Presiden RI memberikan dampak besar kepada masyarakat Papua yang merasa diperhatikan dan membuat masyarakat Papua diakui secara integritasnya di dalam wilayah NKRI. Diharapkan kedatangan Presiden RI dapat memberikan sebuah pemenuhan janji kepada masyarakat Papua untuk menyukseskan program dan kebijakan Pemerintah membangun Papua yang sejahtera dan damai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s