Program Pemerintah Dalam Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Di Abepura

20140926_070004_1282_l

Kondisi geografis Papua mengakibatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah terpencil Papua sangat tidak memadai.hal ini berdampak langsung kepada masyarakat Papua yang tinggal disekitar lingkungan tersebut sering terjangkit beberapa penyakit. Seperti masalah yang terjadi di Abe Pantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura, “Kami membutuhkan dokter spesialis anak dan kandungan” , kata Kepala Puskesmas Abe Pantai, Fanny Korwa.

Hal ini dikatakan oleh Fanni Korwa karena rata-rata ibu hamil di wilayah itu sering tidak terkontrol dalam mengecek kesehatan janinnya, dimana di daerah ini sangat rawan dengan penyakit infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), begitu juga dengan anak-anak yang berada di Abepura.

Dokter Umum di Puskesmas tersebut, Dr. Yohanes Siregar juga mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan oleh lingkungan rumah yang kurang bersih sehingga sangat tidak memungkinkan untuk menghindari penyakit ISPA. Selain penyakit tersebut, di daerah tersebut juga terdapat penyakit HIV/AIDS,  Tuber Closis (TB), malaria, diare, kurang gizi , frambusia dan asam urat.

Kepala Tata Usaha psukemas Abe Pantai, Abepura, Daimana Tambunan membenarkan temuan itu. “bahkan tiap hari, kami menangani pasien dengan jumlah yang cukup banyak, setiap hari kami menangani enam puluh pasien lebih, dan dari kebanyakan menderita ISPA, “ kata Daimana.

Maka untuk menangani hal tersebut, pemerintah melaksanakan program-program yang mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dari Sabang hingga Merauke. Selain Program Jaminan Kesehatan yang telah berjalan dari awal 2014, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan ada lima perhatian khusus dalam agenda pembangunan kesehatan yang dicanangkannya untuk mewujudkan akses dan mutu pelayanan kesehatan hingga ke daerah terpencil.

“Perlu kebersamaan pemahaman semua pemangku kepentingan dan komitmen baik di tingkat nasional maupun di daerah,” kata menteri Nila di Monumen Nasional saat memperingati Hari Kesehatan Nasional ke 50.

Agenda pertama merupakan pembangunan kesehatan merupakan investasi negara dalam menopang peningkatan indeks pembangunan Manusia (IPM). Karena itu, orientasinya harus didorong pada aspek promotif dan preventif, tanpa melupakan aspek kuratif dan rehabilitatif.

Kedua, pendekatan pembangunan kesehatan pada ibu hamil, bayi dan balita, anak usia sekolah dan remaja, pasangan usia subur, serta usia lanjut, khususnya di daerah populasi tinggi, terpencil, perbatasan kepulauan dan rawan bencana. Dalam hal ini, di wilayah Abepura termasuk daerah yang membutuhkan pembangunan kesehatan, dengan meningkatkan sosialisasi agar masyarakat paham pentingnya menjaga kebersihan dalam menjaga kesehatan tubuh mereka.

Ketiga, perlunya keterlibatan aktif dari kalangan akademikus, komunitas, pelaku usaha dan pemerintah menjadi kesatuan tim kerja dalam mensosialisasikan dan meningkatkan pelayanan kesehatan, hal ini dimaksudkan agar tingkat pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan tingkat pelayanan kesehatan merata di setiap daerah, sehingga pelayanan kesehatan di daerah terpencil sekalipun tidak berbeda dengan kota besar, seperti kesiapan dokter serta alat-alat kesehatannya.

Keempat,  mengubah pola pikir dari pasif menjadi aktif untuk merespons serta mengantisipasi dari berbagai persoalan yang muncul seperti mengubah intruksi menjadi kerjasama, dan pelayanan menjadi kepedulian, hal ini dimaksudkan agar segala kelas masyarakat mendapat perhatian yang sama dalam bidang kesehatan, dan kesiapan dokter di setiap pos kesehatan tidak menjadi kendala dalam pelayanan kesehatan.

Dan yang kelima, adalah peningkatan tata kelola program dan administrasi seperti siklus manajemen, perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi, serta pertanggungjawaban administrasi melalui sinergitas pusat dan daerah. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada ketimpangan pelayanan kesehatan antara pusat dan daerah serta penggunaan dana yang maksimal dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.

Lima agenda yang dicanangkan ini perlahan mhulai berjalan dan dampaknya terlihatdi wilayah Abepura. Seperti RSUD Abepura yang memperloeh penghargaan atas pelaksanaan jamkesmas dan rumah sakit provinsi yang dinilai berprestasi dari Gubernur Lukas enembe. Memang pelayanan di daerah kelurahan yang berada di Abepura belum berjalan maksimal, namun peningkatan yang terjadi di Pusat mendorong peningkatan pelayanan kesehatan di wilayah sekitarnya.

“saya akui masih banyak yang perlu kami benahi, bukan hanya pelayanan kesehatan RSUD ini kami benahi, namun juga pelayanan pos kesehatannya, oleh karena itu, perlunya meningkatkan koordninasi pelayanan kesehatan dari pos kesehatan ke RSUD agar pelayanan kesehatan di Abepura semakin membaik. Ujar Direktur RSUD Abepura, Alosius Gay.

Peningkatan pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan sulit jangkauan, sedikit demi sedikit mulai dibenahi di wilayah Abepura. Pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan melaporkan serta mengevaluasi kekurangan yang berada di wilayah Abepura, sehingga kedepannya bukan hanya RSUD Abepura yang mengalami kemajuan, namun pelayanan di Pusat Kesehatan Masyarakat sekitar Abepura juga memadai untuk menangani masyarakat dengan berbagai penyakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s