Pemikiran “Papua Merdeka” Perlu Dikubur Dalam-Dalam

Adanya pemikiran segenlintir orang yang berupaya meniupkan genderang ‘merdeka’ bagi Papua, setidaknya telah menimbulkan pertentangan karena hal itu diyakini bukanlah keinginan semua masyarakat Papua. Hal itu seperti yang dijelaskan tokoh dan pejuang Papua.

Ketua Komisi C DPR Papua yang juga Ketua FKKPI Papua Yan Ayomi, S.Sos menyatakan 1 Mei 1963 dan hasil Pepera 1969 secara de facto dasar hukum internasional bahwa Papua sudah diserahkan kepada Republik Indonesia bahkan sudah final. Di samping itu juga, PBB sudah menyetujui hal itu sehingga sampai hari ini tidak ada alasan dan dasar apapun Papua keluar dari Republik Indonesia karena fakta sejarah sudah menjelaskan. “Ini adalah aspirasi dan kemauan orang-orang tua kita yang ingin Papua masuk ke dalam bingkai NKRI. Jadi seharusnya rakyat Papua harus menyukuri ini sebagai hari kembalinya orang Papua ke dalam Republik Indonesia. Oleh karena itu, Yan mengajak seluruh rakyat Papua sudah harus berpikir bagaimana sejarah masa lalu termasuk pemikiran Papua Merdeka di kubur dalam-dalam dan kembali bangkit dengan pikiran baru untuk memajukan tanah Papua. Diakuinya, Papua mendapat perhatian yang sangat luar biasa dari pemerintah pusat sebab banyak provinsi di Indonesia yang APBD-nya sedikit tapi mereka selalu ingin membangun, sementara untuk Papua APBD-nya mencapai triliunan.

Oleh karena itu, Yan kembali mengajak supaya bersama-sama dalam kesempatan baik ini melalui peringatan 1 Mei 2013 harus mengubah pola pikir untuk menjadi warga negara Indonesia yang baik untuk memulai membangun masa depan orang asli Papua di dalam NKRI. Disinggung tentang isu yang saat ini berkembang, menurutnya, aksi-aksi yang akan dilakukan oleh sekelompok masyarakat Papua karena belum paham sejarah masalah lalu orang Papua. “Mereka ini tidak banyak belajar soal sejarah dan sebenarnya dari sejarah persoalan Papua Merdeka sudah selesai namun persoalan saat ini kalau mau menuntut keadilan, kesejahteraan silahkan saja tapi kalau bicara Papua Merdeka sudah tidak relevan lagi karena sampai hari ini resolusi dewan keamanan PBB tentang Papua bagian sah dari NKRI belum dicabut.

Ditambahkannya, pengakuan dunia internasional ada 4 syarat suatu bangsa itu bisa merdeka yang salah satunya adalah pengakuan dunia internasional tapi sampai saat ini persyaratan itu belum dicabut. Bagaimana mau berbicara merdeka dan apa dasar hukumnya Papua bisa merdeka. Tidak ada yang bisa mengganggu itu dan lebih baik kita berpikir bagaimana bisa menyekolahkan anak-anak supaya bisa memajukan bangsa Indonesia.

Sementara itu, Bupati Mathius Awoitauw, SE, M.Si mengungkapkan, peringatan 1 Mei 2013 menurutnya, salah satu peringatan bahwa ada suatu peristiwa penting bahwa Papua kembali ke pangkuan NKRI sehingga penting peristiwa penting dan bersejarah sehingga tidak ada hal yang luar biasa dan setiap tahun dilakukan peringatannya. Lebih jauh diungkapkannya, sejak 50 tahun Papua masuk ke NKRI memang masih ada yang perlu dibenahi misalnya pembangunan secara kemandirian ekonomi yang sangat serius sehingga akan menjadi pergumulan dari semua komponen masyarakat untuk bagaimana mendorong Papua mempunyai tingkat pendapatan yang lebih baik. Kemudian rakyat tidak perlu lagi berharap kepada kebijakan dari pemerintah pusat seperti dana respek dan dana pemberdayaan sebab sama saja tidak membuat jaminan kesejahteraan tapi bagaimana membuat bantuan itu menjadi ransangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s