Papua : Tingkat Pendidikan Meningkat

Masih adanya sekelompok orang yang meragukan tingkat pendidikan pelajar di Papua membuat semakin semangat para pelajar Papua untuk meningkatkan kualitas dan kemampuannya. Hal tersebut menunjukan bahwa generasi muda Papua tidak terkontaminasi oleh kelompok kepentingan yang selalu menilai bahwa tingkat pendidikan di Papua rendah yang dikorelasikan bahwa Otsus Papua telah gagal.
Keberhasilan pelajar Papua ditunjukan dari tingkat kelulusan Ujian Nasional 2013 yang mengalami peningkatan. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan dan perbaikan mutu pendidikan bagi siswa-siswa di Papua baik di wilayah perkotaan maupun wilayah perdalaman dibandingkan tahun-tahun sebelumnya sekaliguas menjawab bahwa Otsus belum gagal, dan masih diperlukan oleh masyarakat Papua untuk meningkatkan pembangunan.

Tingkat kelulusan Ujian Nasional (UN) SMA/SMK tahun 2013 di wilayah Kabupaten Jayapura mendapai 95 persen mendapat apresiasi dari DPRD Kabupaten Jayapura. Kendati demikian, dewan berharap agar pihak sekolah maupun para siswa tidak lantas berpuas diri dengan hasil tersebut, sebab masih ada tantangan yang akan dihadapi ditingkat pendidikan yang lebih tinggi dari sekolah yang ditempat semula.
Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jayapura, Hana Wasanggai mengungkapkan, dengan pencapaian tingkat kelulusan sebesar 95 persen ini, merupakan gambaran peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Jayapura dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Saya selaku Ketua Komisi C sudah mendapat konfirmasi dari Kepala Dinas P dan P bahwa tingkat kelulusan mencapai 95 persen, sehingga kita patut memberikan apresiasi baik kepada Kadis P dan P, kepada para orang tua, pihak sekolah, maupun kepada para siswa sendiri yang telah berusaha memberi dukungan terhadap pelaksanaan UN secara serius dan sungguh-sungguh sehingga hasilnya bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Kabupaten Keerom, DrsBambang Suhartawan,M.MT mengatakan, dari hasil pengumuman Ujian Nasional (UN) di wilayah Keerom mulai dari Sekolah Menegah Umum (SMU), SMKYPPK, SMK Yapis dan MA Al Mutahidin mencapai 100 persen dan juga nilai yang diraih oleh siswa-siswi sangat baik, rata-rata diatas standar.
“Hasil pengumuman Ujian Nasional sekolah di Kabupaten Keerom mencapai 100 persen” ungkapnya saat ditemui di Kediamannya, Arso 2 Kampung Yuwanain,Distrik Arso Kabupaten Keerom.
Selain itu, dari 4426 Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Jayapura yang mengikuti Ujian Nasional (UN) di tahun ajaran 2012-2013, hampir seluruhnya dinyatakan lulus. Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Robert Johan Betaubun, menyebutkan, raihan kali ini meningkat dibanding hasil tahun sebelumnya yang sebesar 99,71 persen. Yang membanggakan baginya adalah dengan penggunaan sistem 20 paket soal UN (tahun lalu hanya 5 paket) Kota Jayapura masih bisa meraih peningkatan angka kelulusan padahal diakuinya banyak pihak yang pesimis dengan hal tersebut.

Di Kabupaten Waropen, dari total peserta UN tingkat SMU/SMK sekabupaten Waropen berjumlah 198 siswa yang tersebar di 4 sekolah penyelenggara masing-masing SMK Masirey, SMK Ureifaisei, SMU Ureifaisei dan SMU Negri 1 Waren. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Waropen Drs.Elly.H.Wenggy,Msc jumat lalu mengatakan bahwa hasil UN tingkat SMU tersebut murni ditentukan oleh pemerintah pusat dan kelulusannya untuk Kab. Waropen meningkat dari tahun sebelumnya.
Kabupaten Supiori tahun 2013 ini mampu meluluskan pelajar SMA/SMK 100 persen, keseluruhan peserta ujian nasional (UN) terhitung sedikitnya 212 siswa SMA dan SMK yang lulus. Jumlah tersebut terbagi di antaranya, pelajar SMA sebanyak 193 siswa dan pelajar SMK 19 siswa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Supiori, Drs. Yesaya Sombuk, M.Si., melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan, D. M. Lekatompesy, S.Sos., MMPd., di kantor Bupati Supiori mengatakan, jumlah siswa SMA dan SMK Kabupaten Supiori lulus 100 persen dengan total siswa sebanyak 212.

Melihat dari pemberitaan tentang meningkatnya mutu pendidikan dan meningkatnya kualitas pelajar di Papua, sudah tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Otsus gagal karena pemerintah tidak dapat memenuhi kebutuhan pendidikan bagi masyarakat Papua. Keberhasilan peningkatan mutu pendidikan di Papua menunjukan bahwa Otsus belum gagal. “mari kita bersama-sama membangun pendidikan di Papua, saatnya generasi muda Papua bangkit membangun bangsa” ucap salah satu guru SMP di Waropen, Logo Ruwayari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s