Benny Wenda Sang Pelanggar Hak Asasi Anak

Sebuah kelompok yang menamakan diri Komisi Perlindungan Hak Asasi Anak memprotes kegiatan Benny Wenda selaku Leader of the Free West Papua Campaign (FWPC) karena dinilai telah melanggar hak asasi anak dengan mengeksploitasi anak-anaknya yang masih di bawah umur untuk menarik simpati dunia internasional.
Dalam sebuah video berjudul My Lovely Children yang berdurasi 1 menit 35 detik, komisi tersebut menampilkan adegan-adegan miris yang dilakukan oleh anak-anak Benny Wenda.
Adegan pertama menampilkan anak Benny Wenda memegang poster Referendum for West Papua dalam posisi mulut sedang menguap menahan ngantuk.

Adegan kedua yaitu anak Banny Wenda mengangkat kedua tangannya di depan bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM), lalu dipotret close-up oleh seorang perempuan bule. Adegan ini sepertinya disutradarai oleh seorang perempuan berambut merah yang tampak jongkok di samping anak itu.

adegan kedua
Adegan ketiga, anak Benny Wenda memegang poster dalam keadaan tertidur lelap. Pada adegan ini, terpampang pesan “Orangtua tidak bermoral !!! Anak sudah ngantuk masih juga dipaksa ikut demo“.

Adegan keempat, sama halnya dengan adegan ketiga. Hanya saja, pesan moral yang disampaikan adalah “Tertidur lelap akibat kelelahan setelah dipaksakan oleh orangtuanya“.

Adegan kelima menampilkan sosok dua anak Benny Wenda, dimana yang satu tertidur lelap di punggung ibunya, sedangkan sosok lainnya memegang sebuah gelas plastik yang kemungkinan berisi minuman panas untuk menghangatkan kedua tangannya.

Di akhir tayangan, video yang diupload oleh akun bernama Papuan Children itu mempertanyakan, “Apakah anak-anak pantas dikorbankan demi mencapai tujuan”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s