Agenda Papua Sejahtera

Perhatian yang sungguh‐sungguh dan terus menerus diberikan dalam melaksanakan Agenda Papua Sejahtera. Sejak tahun 2008 seluruh rumah sakit milik Provinsi Papua sudah membebaskan rakyat, khususnya orang‐orang asli Papua, dari pembiayaan semua jenis pengobatan dan operasi – termasuk menyediakan dana untuk mengevakuasi mereka yang sakit di kampung‐kampung dan membutuhkan perawatan di rumah sakit rujukan. Beberapa pemerintah kabupaten di Papua sudah ikut serta dalam program ini. Kami juga memberikan perhatian yang sungguh‐sungguh untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Papua – dimulai dari memperbaiki mutu dan cakupan pendidikan dasar. Sebagaimana pembebasan biaya pelayanan kesehatan, kami juga memberlakukan hal yang sama dalam hal pembiayaan pendidikan dasar. Program 1.000 Ph.D bagi para siswa super‐cerdas Papua terus kami laksanakan dengan konsisten dan konsekuen. Talent scouting terus kami lakukan, bahkan sampai ke daerah pedalaman dan terpencil. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, Papua akan memiliki 1.000 orang Ph.D dalam berbagai disiplin ilmu, lulusan dari perguruan tinggi terbaik luar negeri dan dalam negeri. Pada gilirannya mereka akan menjadi pemimpin‐pemimpin Papua generasi baru, yang akan meneruskan dan mengembangkan berbagai upaya pembangunan yang sementara kami letakkan dasar‐dasarnya ini, untuk terus menerus meningkatkan mutu kehidupan di Provinsi Papua pada khususnya, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya. Khusus mengenai pembangunan kampung, tidak pernah ada hari di mana kami tidak membicarakan dan melaksanakan program‐program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kami di kampung‐kampung. RESPEK, atau Rencana Strategis Pembangunan Kampung, telah menjadi suatu istilah yang mewarnai setiap pembicaraan dan penyelenggaraan pembangunan di setiap tingkatan pemerintahan di Provinsi Papua. Bahkan di tingkat nasional, istilah ini semakin ramai dibicarakan. Fokus pembangunan ke desa‐desa juga diadopsi oleh banyak kepala daerah di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa memberikan perhatian yang sungguh‐sungguh kepada rakyat di 5 seluruh kampung Papua, tanpa kecuali, adalah strategi pembangunan yang tepat dan benar.

Mengapa RESPEK? Mengapa People Driven Development? Pertama, karena selama ini pembangunan di Papua, dan di Indonesia pada umumnya, sangat kurang dirasakan oleh masyarakat desa/kampung. Kalaupun ada, tidak jarang masyarakat kampung ini dijadikan objek dari proyek‐proyek pemerintah. Mengabaikan rakyat di kampung‐kampung sama dengan memperlebar jurang antara mereka yang kaya dan yang miskin. Kedua, karena sebagian terbesar orang‐orang asli Papua bermukim di kampung‐kampung. Melaksanakan pembangunan kampung identik dengan memenuhi amanat UU Otsus Papua, yaitu melakukan semua upaya untuk meningkatkan kesejahteraan orang‐orang asli Papua. Ada sejumlah komponen kunci dari RESPEK yang merupakan pengejawantahan strategi People Driven Development di Papua, yaitu: (1) keterlibatan seluruh kampong tanpa kecuali; (2) penyediaan dan penyaluran block grant dari pemerintah untuk setiap kampung; (3) keterlibatan pendamping/fasilitator; dan (4) adanya knowledge center. Block grant atau dana tunai yang kami distribusikan setiap tahun ke semua kampung telah memungkinkan rakyat benar‐benar menjadi subjek dari pembangunan diri mereka sendiri. Rakyat mengelola sendiri dana yang cukup besar, milik mereka sendiri, untuk pembangunan diri mereka sendiri. Lebih dari pada itu, block grant adalah alat pembelajaran ‐‐ rakyat belajar mengelola sumberdaya keuangan mereka sendiri. (Tidak pernah ada manusia yang langsung mahir mengendarai sepeda, tetapi tidak pernah ada manusia yang sesudah belajar tetap tidak bisa mengendarai sepeda).

Pelaksanaan RESPEK memungkinan rakyat Papua di kampung‐kampung mempraktekkan demokrasi pembangunan dalam arti yang sebenar‐benarnya. Setiap orang dewasa di setiap kampung Papua memiliki hak untuk menyarankan dan memutuskan block grant itu seyogyanya digunakan untuk apa. Itu sebabnya, demokrasi pembangunan melalui RESPEK di kampung‐kampung Papua menghasilkan transparansi dan akuntabilitas. Block Grant dalam rangka pelaksanaan RESPEK mulai diluncurkan sejak tahun anggaran 2007. Sekarang ini, jumlah dana tersebut sudah mencapai lebih dari 1 triliun rupiah setiap tahun, yang berasal dari anggaran Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah‐pemerintah kabupaten/kota, progran PNPM Mandiri nasional, dan para donor. Setiap tahun masyarakat kampung di Papua berkumpul untuk merencanakan, melaksanakan dan mempertanggungjawabkan program‐program pembangunan di kampung mereka yang mereka nilai tepat. Produksi pertanian meningkat. Infrastruktur kampung diperbaiki. Fasilitas air bersih dibangun. Secara bertahap kualitas perumahan masyarakat menjadi lebih baik. Semua itu mereka kerjakan sendiri: dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat! Tidak heran, bahwa Bapak Presiden memberikan apresiasi terhadap program yang kami laksanakan ini. Dalam salah satu pidato kenegaraan beliau di Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, beliau menyatakan bahwa telah terjadi penurunan angka kemiskinan di Indonesia, dan penurunan yang paling mencolok terjadi di Papua.

Untuk menjamin kontinuitas kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Papua telah menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pembangunan Kampung yang akan segera diajukan ke DPRP. Disahkannya Perda Pembangunan Kampung dalam 6 waktu dekat akan memungkinkan kampung terus menjadi perhatian utama pembangunan di Papua di masa mendatang, siapa pun yang menjadi Gubernur. Dalam rangka penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi dalam rangka pengentasan kemiskinan, kami terus menggiatkan setiap upaya untuk menarik investasi ke Provinsi Papua. Tetapi investasi itu haruslah investasi yang green, yang hijau, yang tidak merusak lingkungan hidup kami. Itu sebabnya, saya, atas nama rakyat Provinsi Papua, telah menyusun suatu program pelestarian hutan Papua yang saya beri nama “A Global Solution” – suatu pemecahan masalah global. Hutan Provinsi Papua, yang luasnya lebih dari 30 juta hektar ini, memiliki peran yang tidak kecil. Hutan kami ini mampu memproses CO2 yang dihasilkan oleh lebih dari 95 persen penduduk benua Eropa setiap hari. Saya telah menyampaikan dalam berbagai forum nasional dan internasional tentang komitmen kami untuk mempertahankan sekamir 5,4 juta hektar hutan konversi di Papua untuk tidak ditebang – walaupun rakyat berhak untuk mengkonversi hutan itu untuk berbagai keperluan. Itulah kontribusi nyata rakyat Papua bagi upaya mitigasi perubahan iklim.

Pada saat yang sama, terus mendekati dan berbicara dengan berbagai pihak dan meminta mereka untuk melakukan co‐investasi bersama‐sama dengan rakyat Papua. Sejalan dengan meningkatnya kesadaran dunia akan peranan hutan tropis seperti hutan kami di Papua, saya sangat optimis bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi akan tersedia dana yang terus bertambah dari masyarakat internasional bagi pembangunan Papua melalui program‐program pelestarian hutan. Dana itu akan kami gunakan untuk menciptakan suatu pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) yang berciri low carbon economy dan ramah lingkungan bagi anak‐cucu kami, bagi generasi Papua mendatang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s