GUBERNUR PAPUA : OTSUS TIDAK GAGAL, TETAPI IMPLEMENTASINYA YANG SALAH

Otonomi Khusus (Otsus) tidak gagal, namun implementasinya yang salah arah dan sasaran sehingga mengakibatkan kita masih terus berputar pada masalah klasik yaitu kemiskinan dan ketertinggalan yang dikaibatkan karena rendahnya derajat kesehatan masyarakat Papua.

Akibatnya, angka kematian ibu dan bayi tinggi, angka penderita HIV/AIDS juga tinggi, angkat penderita gizi buruk juga tinggi, penderita penyakit Malaria, TB Paru juga tinggi serta inpeksi kesehatan lainnya. Angkat Buta Aksara juga tinggi sehingga mengakibatkan IPM Papua rendah.

Dalam menyikapi tuntutan dan harapan serta keinginan rakyat yang berlebihan tersebut maka Gubernur juga akan bekerja secara berlebihan dengan menggerakan semua potensi dan sumberdaya yang tersedia melalui pendekatan yang sfesifik, terencana dan terukur. Untuk membangun Provinsi Papua yang sangat besar tersebut tidaklah segampang seperti dongeng seribu satu malam, tutup mata buka mata semua sudah selesai. Hal tersebut membutuhkan kerja keras dengan diimbangi semangat serta desikasi dan loyalitas yang tinggi untuk menunjang berbagai keterisolasian wilayah dalam merajut benang merah pembangunan agar harapan dan mimpi dapat menjadi kenyataan dan kesejahteraan dapat terwujud dengan hadirnya sebuah pembangunan yang menyentuh dasar manusia Papua yang hidup terpencar dan terpencil di lembah, pesisir pantai, pulau-pulau, di gunung-gunung dan di pedalaman belantara tanah Papua.

Tidak dipungkiri, dana Otsus sudah begitu besar diberikan kepada Provinsi Papua, dan sampai saat ini sudah 30 trilliun lebih dana Otsus yang telah diberikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi Papua. Namun seiring dengan itu belum ada hal-hal yang signifikan yang terjadi dalam merubah derajat kehidupan masyarakat Papua.
Ditambahkan, juga infrastruktur dasar seperti jalan jembatan, Bandar udara, Rumah Sakitdan Pustu serta telekomunikasi yang ada jumlahnya terbatas menjadi factor pendukung terpuruknya masyarakat Papua dalam kemiskinan.

UP4B pasti telah memiliki data yang akurat dan data tersebut telah dituangkan dalam Master Plan Perencanaan Pembangunan Papua ke depan, tentang persoalan kemiskinan di Provinsi Papua, perencanaan tentang kebutuhan spesifik masing-masing wilayah dan kabupaten/kota, baik infrastruktur, seperti jalan, jembatan, bandara udara, dermaga, telekomunikasi dan lain sebagainnya.

Karena itu, menyambut baik kegiatan ini sebagai langkah awal untuk mensinkronkan anatar perencanaan yang telah dibuat oleh UP4B dengan rencana aksi atau action plan yang telah dibuat berbagai Kementrian terkait agar bisa sejalan, terarah, focus dan terukur dalam membangun Papua.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s