West Papua : Kebohongan WPNA

West Papua : Kebohongan WPNA

Klaim telah diberikannya Permanent Residence (PR) kepada ke-43 pencari suaka asal Papua oleh pemerintah Australia yang disebarkan WPNA merupakan kebohongan WPNA (West Papua National Authority, organisasi yang mengkoordinir pelarian para pencari suaka dibawah pimpinan Herman Wainggai). Hal tersebut terbukti tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Pemerintah Australia tidak mempunyai alasan yang kuat untuk memberikan PR kepada warga Papua yang mencari suaka ke Australia dibawah pimpinan Herman Wanggai. Key Word permohonan suaka adalah adanya ketakutan ataupun kekhawatiran akan menjadi korban dari suatu penyiksaaan/penganiayaan (persecution) di suatu negara,  sehingga ia memilih untuk mencari perlindungan (suaka) ke negara lain. Permohonan suaka ini dibatasi hanya untuk ketakutan yang timbul dari suatu kejahatan politik atau yang bernuansa SARA dan tidak untuk selain hal tersebut (non political crimes), apalagi apabila permohonan tersebut berlawanan dengan tujuan-tujuan dan prinsip-prinsip dari PBB. Sementara warga Papua yang mencari suaka ke Australia tersebut tidak berada dalam kondisi yang dipersyaratkan.

Klaim terhadap 43 orang pencari suaka yang telah mendapat PR dari pemerintah Australia tidak benar. Sejak awal, jumlah pencari suaka asal Papua ke Australia berjumlah 42, bukan 43 orang karena Siti Pandera (istri Yunus Wainggai) yang kembali pada 16 Desember 2008 ke Papua, tidak pergi bersama-sama ke-42 orang lainnya ke Australia tetapi ke Vanuatu. Jumlah yang tersisa sekarang adalah 38 orang dari total awal 42 orang karena dikurangi 4 orang yang telah kembali ke Papua yaitu : Hana Gobay dan Yubel Kareni (kembali pada 23 September 2008), serta Yunus Wainggai dan Annike Wainggai (kembali pada 29 Nopember 2008).

Terjadi rekayasa latar belakang/alasan pencarian suaka politik yang diprakarsai Herman Wanggai (HW) dan Jacob Rumbiak (JR) kepada pemerintah Australia dengan menyebutkan alasan pelarian ke-42 pencari suaka tersebut karena mereka dikejar-kejar, disiksa dan dipenjarakan selama di Papua Barat. Pada kenyataannya, warga Papua yang mencari suaka ke Australia dipaksa untuk membuat penyataan-pernyataan palsu yang digunakan untuk kepentingan pribadi HW dan JR, karena kegagalan keduanya memasuki Australia sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s