Surga Terakhir Bernama Raja Ampat

Raja Ampat, nama yang masih terdengar asing bagi masyarakat Indonesia, terutama yang hidup di belahan bagian barat Nusantara, namun bagi penyelam khususnya para “Diver” profesional merupakan surga terakhir yang ada di belahan timur Indonesia. Disebut sebagai “The Last Heaven “ karena menyimpan banyak kekayaan flora dan fauna yang dikelilingi oleh gugusan pulau-pulau dan tidak akan ditemui di wilayah Nusantara yang lain. Hamparan terumbu karang dalam laut masih alami bahkan oleh sejumlah peneliti disebutkan sebagai terumbu karang dengan komposisi terlengkap dengan banyak variasi species ikan di dalamnya. Dalam sejarahnya nama “Raja Ampat” konon diberikan oleh Raja Ternate ketika menjadikan wilayah kepulauan sekitar kepala burung ini sebagai jajahannya, yang berarti jumlah raja-raja kecil yang memimpin di empat gugusan pulau besar yaitu Batanta, Misool, Salawati, serta Waigeo.

Pada perjalanan sejarahnya saat ini Raja Ampat menjelma menjadi sebuah Kabupaten di bawah Provinsi Papua Barat sejak mengalami pemekaran dari Kabupaten induknya, yaitu Kabupaten Sorong pada tahun 2003. Wilayah Kabupaten Raja Ampat terdiri dari sekitar kurang lebih 610 pulau besar dan kecil dengan luas wilayah mencakup 46.000 kilometer persegi dengan sebagian besar lautan dengan komposisi sekitar 85% laut dan sisanya merupakan wilayah daratan. Karena kondisi alamnya terutama lautnya, lebih dari 80% wilayah Raja Ampat masih termasuk dalam wilayah konservasi. Penduduk Raja Ampat menurut sensus tahun 2004 berjumlah kurang lebih 29.000 jiwa yang tersebar di hampir 35 pulau. Ibukota Kabupaten Raja Ampat berada di daerah Waisai yang masuk dalam wilayah daratan di Pulau Waigeo bagian selatan, pada awalnya Waisai hanyalah sebuah kampung yang dihuni oleh sekitar 100 KK namun kini dengan dijadikannya Ibukota Kabupaten pembangunan infrastruktur telah dimulai. Untuk mencapai Waisai, para wisatawan yang menggunakan pesawat terbang harus terlebih dahulu mendarat di Kota Sorong dan kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur laut dengan menggunakan kapal cepat yang menempuh waktu sekitar 2-4 jam, dengan jarak sekitar 30 Mil laut ke sebelah timur laut Kota Sorong.

Dalam perjalanan menuju Waigeo tersebut, kita dapat menikmati pemandangan sejumlah pulau karang dengan tebing curamnya yang menghadap ke lautan. Jika beruntung, dalam perjalanan laut kita dapat bertemu dengan sekawanan lumba-lumba yang berlomba-lomba berpacu mengikuti jalannya kapal yang kita tumpangi. Gambaran tersebut dapat mewakili keseluruhan wilayah Raja Ampat, yang membentang dari Pulau Gag di sebelah barat yang berbatasan dengan Provinsi Maluku Utara, hingga Kepulauan Asia di sebelah timur yang berbatasan laut dengan Republik Palau.

Selain kekayaan lautnya, mulai dari indahnya terumbu karang di Pulau Kofiau, Misool, Waigeo Selatan dan Barat, serta Kepulauan Ayau di bagian timur. Raja Ampat juga menyimpan banyak kekayaan alam di dalam buminya, kekayaan tersebut dilengkapi dengan potensi pertambangan, terutama nikel di Waigeo Utara, Waigeo Timur, Pulau Salawati, Gag, Batanta, dan Misool.

Sejalan dengan pemekaran wilayah, Raja Ampat mengalami kemajuan pesat di berbagai sektor kehidupan masyarakatnya. Pada sektor transportasi dan infrastruktur untuk kepentingan pelayanan masyarakat ditandai dengan pembangunan sejumlah dermaga di berbagai pulau, serta fasilitas pembangkit listrik. sedangkan sektor pariwisata ditandai dibukanya sejumlah resor penyelaman, dan meningkatnya kegiatan di sektor pertambangan, terutama pertambangan nikel. Namun kedua sektor terakhir ini mengalami polemik serta kontradiksi bagi masyarakat dan pemerintah setempat, di satu sisi wilayah konservasi yang menjadi tujuan sektor pariwisata yang berjalan seiring dengan sisi lain yaitu dengan berjalannya sektor pertambangan yang menyerap banyak tenaga kerja dan memberi pemasukan signifikan bagi keuangan daerah namun dalam kegiatannya memberi dampak negatif bagi kelestarian lingkungan terutama daerah yang menjadi wilayah konservasi tersebut. Keberadaan proyek pertambangan banyak ditentang oleh sejumlah LSM pemerhati lingkungan yang disponsori pihak asing, karena merupakan ancaman bagi kelangsungan hidup sejumlah biota laut dan terumbu karang serta berbagai species burung langka yang hidup di sejumlah pulau di Raja Ampat. Namun ini merupakan dilema yang pada kenyataannya kegiatan pertambangan menjadi sumber kehidupan baru bagi masyarakat di pulau-pulau yang selama ini hidup dari sekedar mencari ikan dilaut untuk memenuhi kehidupan sehari-harinya. Sementara pembukaan resor-resor penyelaman dan keberadaan sejumlah wilayah konservasi hanya menyerap tenaga kerja secara terbatas, dan membatasi kegiatan masyarakat yang ingin mencari penghidupan dari laut dan hutan di sekitar tempat tinggalnya. Dibutuhkan semacam kearifan lokal untuk dapat menselaraskan jalannya kedua sektor tersebut agar dapat saling mendukung dan bukan sebaliknya untuk saling bertentangan. Dan kepada pihak-pihak yang mempunyai wewenang akan hal tersebut hendaklah dapat dengan jeli menyikapi perkembangan permasalahan tersebut, agar “The Last Heaven” tetap menjadi surga yang tetap terjaga dan sekaligus pula mensejahterakan penduduk surga yang hidup didalamnya.

Bagi hampir seluruh masyarakat yang menghuni surga Raja Ampat, ajakan memisahkan diri yang didengungkan oleh sebagian saudaranya di belahan Papua yang lain tidak mendapatkan tempat di hati mereka. Bagi orang Raja Ampat, hal yang lebih mendesak dan lebih nyata adalah peningkatan kesejahteraan dan kualitas taraf hidup dalam masa yang penuh persaingan dan meningkatnya kebutuhan untuk hidup dengan cara memberdayakan anugerah alam yang diberikan untuk kepentingan seluruh masyarakatnya tanpa harus mengorbankan dan merusak alam sebagai warisan bagi anak-cucu mereka dimasa depan. Bahkan pada akhirnya, penduduk di surga Raja Ampat pun harus tunduk pada hukum alam semesta, yaitu “bertahan untuk hidup”.

3 thoughts on “Surga Terakhir Bernama Raja Ampat

  1. begitu pula pemandangan sangat menarik juga ne yaaa???marilah saudara saduri dalam nama tuhan yang maha tinggi panyatkan dengan kehadirannya..alam begitu pula yang tuhan berikan di tanah indonesia lebh khususnya di papua ne udah hancur namun massa depan indonesia nanti kan menjadi susuah dan miskin tahun akan datang?????

  2. Inilah salah satu ciptaan Tuhan yang Indahnya tak akan terkatakan oleh para Diver, Mari kita jaga keindahan Alam ini, Tetap Maju Raja Ampat, Tuhan Memberkati Selalu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s